Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Rabu, 09 September 2020 | 17:20 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat membesuk Buya Syafii Maarif di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. [Suara.com/Putu Ayu P]

Kalimat 'jangan boros kata' sering terlontar dari Malik mengingatkan anggota Muhammadiyah lainnya yang masih belia. meski memiliki sikap sederhana, namun Malik adalah orang yang tegas, tangguh dan petarung yang kuat.

Dinilai sebagai sosok yang bijak, Malik tidak pernah merasa dirinya benar sendiri. Apalagi sampai mencerca pihak lain yang berbeda dengan dirinya. Menurut Haedar, Malik biasanya hanya menggelengkan kepala saat ada yang berbeda dengannya.

"Meski kita kuat pendirian, belajarlah berbagi dan berdialog, jangan memaksakan diri. Cakrawala berpikir dan bertindak juga harus luas melintasi, jangan picik dan merasa paling benar dan bersih sendiri. Kita hidup bersama orang lain," tulis Haedar.

Menutup utasnya, Haedar menyampaikan selamat jalan kepada sosok bersahaja dalam hidupnya tersebut. Ia masih terus memuji Malik sebagai sosok yang memilik garis takdir sebagai pendidik bangsa yang bersahaja.

Load More