SuaraJogja.id - Kalurahan Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta terpaksa ditutup. Penutupan dilakukan menyusul sejumlah pegawai, termasuk Lurah Kotabaru yang dinyatakan positif COVID-19.
"Layanan di kalurahan sudah ditutup karena ada yang kontak erat dengan lurah," ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi di Balaikota Yogyakarta, Rabu (09/09/2020).
Penularan di Kotabaru ini berawal dari satu pasien lansia 87 tahun di Kalurahan tersebut yang meninggal dunia pada 26 Agustus 2020. Dari hasil swab, pasien diketahui positif COVID-19 pada 28 Agustus 2020.
Gugus tugas kemudian melakukan tracing pada keluarganya. Salah satu anak pasien meninggal yang memiliki mobilitas tinggi di kampung dan kalurahan pun dites swab dan hasilnya positif pada 31 Agustus 2020.
Lurah Kotabaru yang kontak erat dengan aktivis kampung tersebut pun melakukan isolasi mandiri dan tes swab. Hasilnya lurah juga dinyatakan positif COVID-19 pada 7 September 2020. Salah satu ketua RW di kalurahan yang juga kontak erat pun ternyata juga dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu ini.
"Total yang positif COVID-19 dari awal pasien meninggal hingga saat ini sudah 9 orang," jelasnya.
Gugus tugas terus melakukan tracing pada kontak-kontak erat. Sebab hingga kini belum diketahui penularan dari kasus tersebut. Namun ada dua kemungkinan yakni dari tamu yang datang dari Jakarta pada Agustus 2020 lalu ke keluarga pasien yang meninggal. Bisa juga dari mobilitas aktivis kampung yang cukup tinggi.
Pascapenutupan kalurahan, layanan bagi masyarakat saat ini dialihkan ke Kecamatan Gondokusuman. Gugus tugas belum mengetahui sampai kapan penutupan kalurahan Kotabaru karena para pegawainya masih melakukan isolasi mandiri.
"Pak lurah sendiri sudah isolasi mandiri delapan hari dan masih ada gejala batuk," jelasnya.
Baca Juga: Lagi Liburan di Jogja? Ini Info Terbaru Harga Tiket Masuk Heha Sky View
Heroe menambahkan dengan tingginya kasus positif COVID-19 di Kota Yogyakarta, Gugus tugas terus mencari shelter yang bisa digunakan untuk merawat pasien Orang Tanpa Gejala (OTG). Diantaranya RS Pratama yang bisa menampung 8 pasien.
Gugus tugas juga tengah meminta ijin penggunaan gedung baru milik salah satu kementerian di Kota Yogyakarta. Gedung ini memiliki 42 ruangan besar dengan 84 kamar yang bisa dimanfaatkan untuk isolasi pasien COVID-19. Tracing dan tes swab juga terus dilakukan bagi kontak-kontak erat warga yang positif COVID-19.
Penambahan tenaga medis yang bisa melakukan tes swab juga terus dilakukan. Diantaranya melalui pelatihan tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas.
Apalagi hingga saat ini kasus positif COVID-19 di Kota Yogyakarta sudah mencapai 211 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 sudah sembuh dan 57 orang lain masih dalam perawatan.
"Kami juga akan menerapkan protokol COVID-19 lebih ketat, yakni dengan denda sebagai sanksi tegas pada masyarakat," jelasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta