SuaraJogja.id - Ratusan pekerja PT SGI, produsen sarung tangan yang berlokasi di Padukuhan Gading II, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen menuntut hak mereka yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.
Nasib ratusan pekerja semakin tidak jelas usai tempat mereka bekerja berganti nama menjadi UD Mutiara Gunungkidul.
Rabu, (9/9/2020) siang, ratusan pekerja yang diwakili oleh belasan rekan mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pimpinan perusahaan.
Mereka menuntut agar BPJS Ketenagakerjaan segera dibayarkan ke instansi tersebut sehingga mereka bisa mencairkannya. Mereka juga meminta pembayaran THR yang belum semuanya dibayar untuk segera dilunasi.
Perwakilan pekerja, Wastini mengatakan, sejak pandemi Covid19 berlangsung, sekitar 150 pekerja dirumahkan.
Saat dirumahkan tersebut, mereka dijanjikan akan mendapatkan THR dari perusahaan.
Namun para pekerja ini heran karena nama perusahaan PT SGI berganti menjadi UD Mutiara Gunungkidul menyusul kabar bahwa perusahaan akan tutup.
"Lha karena mau ditutup, kami minta hak kami dong. BPJS ketenagakerjaan harus dicairkan dan THR dibayarkan," ujar Wastini, Rabu (9/9/2020)
Dikatakan Wastini, hingga hampir enam bulan ia dirumahkan, jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaannya belum bisa dicairkan.
Baca Juga: Daftar Kekayaan Calon Bupati Gunungkidul, Bambang Wisnu Handoyo Terkaya
Usut punya usut ternyata pihak perusahaan tidak pernah membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan meskipun pada gaji mereka sudah setiap bulan mereka dipotong.
Kecurigaan jika iuran BPJS Ketenagakerjaan muncul ketika sebagian rekan mereka menanyakan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan berkaitan dengan subsidi atau kompensasi dari pemerintah kepada pekerja yang terdampak Pandemi Covid-19.
Namun rupanya mereka tidak ada dalam daftar penerima karena iuran BPJS Ketenagakerjaan belum dibayarkan oleh perusahaan.
"Itu karena adanya tunggakan pembayaran dari perusahaan. Kami sudah berkali-kali konfirmasi tapi tidak ada kejelasan," imbuh dia.
Selain itu, Tunjangan Hari Raya bagi karyawan juga belum dibayarkan seluruhhya. Menurut dia untuk THR baru dibayar Rp500 ribu saja. Sehingga lerusahaan masih punya hutang sekitar Rp1,3 juta kepada masing-masing pekerja. Pekerja menuntut agar perusahaan segera mencairkannya karena mereka butuh untuk makan.
Sementara itu, Kepala HRD PT SGI yang berubah menjadi UD Mutiara Gunungkidul, Agus Priyanto menjanjikan pembayaran THR akan dilakukan secepatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!