Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 10 September 2020 | 06:50 WIB
Keponakan Jakob Oetama, Eni Kusnawati (kiri) dan Yogi Hantara (kanan) saat memberi cerita terkait kenangan pamannya. [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

"Selain itu saat makan soto bareng di wilayah Yogyakarta. Ada orang ngamen, yang makan di sana memberi uang kecil. Tiba giliran pakde, beliau memberi uang Rp50 ribu. Saya melihat pengamen ini langsung kaget dan sumringah," kata Yogi.

Yogi yang kerap menemani pamannya ketika berkunjung ke Kota Pelajar, mendapat banyak pelajaran hidup. Satu hal yang dia ingat bahwa Jakob bukan bekerja semata-mata untuk uang.

"Pakde memang tak pernah bekerja untuk cari uang. Tapi bekerja untuk orang banyak, itu adalah pesan yang disampaikan ke saya waktu itu," kenang Yogi.

Pupus impian jadi Romo

Baca Juga: Jakob Oetama Tutup Usia, Anak Guru di Sleman Lulusan Komunikasi UGM

Sosok Jakob Oetama bagi saudara dan kerabatnya adalah pribadi yang penuh dedikasi kepada keluarganya. Pendiri Kompas itu bahkan rela melepas keinginan menjadi romo demi untuk menghidupi keluarganya.

"Jadi beliau pernah mengikuti seminari hingga lulus. Selanjutnya dia akan ditasbihkan untuk menjadi Romo. Namun saat itu dia memutuskan untuk tidak melanjutkan," terang Yogi.

Ia menjelaskan saat itu, pamannya memang memiliki saudara yang banyak. Yogi menyebut Jakob memiliki delapan adik yang masih harus dia urus waktu itu.

"Ceritanya memang tinggal sedikit lagi menjadi Romo. Tapi karena masih banyak saudara yang harus diayomi. Ia lebih memilih keluarga, hingga bisa menghidupi tak hanya keluarga tapi orang lain juga," jelas Yogi.

Dalam mengayomi pun Jakob juga membuat sebuah yayasan khusus yang bergerak di bidang pendidikan. Yayasan dibuat khusus untuk sanak keluarganya.

Baca Juga: Persis Solo Siapkan Laga Uji Coba, Lawan PSS Sleman Jadi Target

"Perlu kami sampaikan juga jika beliau membuat yayasan khusus untuk pendidikan bagi keluarga ini. Jadi jika kami ingin menyekolahkan anak misalnya, bisa membuat proposal untuk diajukan ke yayasan itu. Nanti pendidikan bisa dibiayai dari sana," ujarnya.

Load More