SuaraJogja.id - Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal Bantul menggelar pasar lelang komoditas cabai merah di bekas bangunan bekas Sub Terminal Agribisnis (STA) di Dusun Gadingharjo, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, atau selatan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Samas, Rabu (16/9/2020).
Lelang ini bertujuan untuk mencari harga terbaik cabai agar dapat lebih menguntungkan bagi petani.
Ketua Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal Subandi mengatakan, panen cabai merah di lahan pasir, terutama untuk akhir-akhir ini, dapat dikatakan menurun. Hal itu disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung.
Subandi menjelaskan, cuaca tidak mendukung ini bukan karena hujan atau panas yang, tapi lebih kepada cuaca yang terjadi di laut.
Baca Juga: Sempat Ditolak, IPAL Bondalem Bakal Dibangun di Lahan Seluas 2 Hektare
Pasalnya, tantangan utama petani cabai merah di lahan pasir ini adalah air garam yang tinggi yang terbawa dari embusan air laut.
Subandi mengungkapkan, jika cuaca di laut sedang mendukung, panen cabai merah para petani di lahan pasir tersebut bisa mencapai 20-25 ton per hektare. Namun jika cuaca laut tidak mendukung, hasil panen hanya akan berkisar di angka 16-17 ton per hektare.
"Sebenarnya Rp10.000 sudah untung. Kalau seperti kemarin Rp3.000-4.000, itu rendah sekali. Lelang ini jelas membantu, karena memang harganya jadi bisa lebih tinggi lagi dan merata, tidak hanya untuk kelompok tani di sini saja," ujar Subandi kepada awak media, Rabu (16/9/2020).
Lelang cabai itu sendiri akan dimulai dengan para pedagang yang menuliskan harga penawaran pada sebuah kertas yang lalu dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan. Jika semua sudah terkumpul, panitia lantas akan membuka satu per satu untuk mencari pemenang dengan harga penawaran yang tertinggi.
"Penawaran dari pedagang bervariasi, tapi tetap akan dipilih yang tertinggi sebagai pemenang lelang," ucapnya.
Baca Juga: PDIP Diterpa Kampanye Hitam Jelang Pilkada, Idham Samawi: Ngga Kaget!
Subandi mengungkapkan, penjualan cabai merah dengan menggunakan sistem lelang bukan kali ini saja diterapkan. Terhitung sudah sejak beberapa tahun ke belakang para petani di pesisir Bantul sudah mulai menggunakan sistem lelang sebagai salah satu sistem penjualan hasil panen.
Berita Terkait
-
Manfaat Makanan Pedas buat Kesehatan, Prabowo Saran Kurangi Makan Saat Harga Cabai Naik
-
Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Masih Tinggi Jelang Lebaran, Cek Daftar Pangan Hari Ini
-
Pemerintah Gelar Pasar Murah di 2.158 Titik
-
Harga Cabai Meroket, Prabowo: Jangan Kebanyakan Makan Pedas Dulu!
-
Harga Cabai Rawit dan Telur Masih Tinggi Pada Hari ke -18 Ramadan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir