SuaraJogja.id - Sempat ditolak, pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) atau Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T) di Bondalem, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul akhirnya akan berlanjut.
Rencananya, IPAL yang dibangun di atas lahan kas Desa Sumbermulyo tersebut mampu menyambung 3.000 saluran rumah tangga.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Tri Rahayu mengatakan, pihaknya akan memulai untuk melakukan pembangunan IPAL di lahan seluas kurang lebih 2 hektare tersebut.
Lebih lanjut, IPAL ini dibangun secara khusus untuk rumah tangga yang berada di wilayah selatan IPAL Sewon, yakni Kecamatan Bantul, Jetis, dan Bambanglipuro.
"Sebenarnya tiga kecamatan tersebut sudah ada IPAL dengan skala permukiman dengan kapasitas 100 Kepala Keluarga (KK) yang jumlahnya terbatas. Kekurangan ini yang masih membuat masyarakat memilih untuk membuang limbah di selokan atau bahkan ke dalam tanah," ujar Tri saat ditemui awak media di sela-sela kunjungan dan monitoring bersama Bupati Bantul Suharsono, Selasa (15/9/2020).
Tri menuturkan bahwa selama ini IPAL terbesar dengan cakupan yang luas di DIY sendiri adalah IPAL Sewon.
IPAL Sewon sudah memiliki cakupan dengan skala regional, mulai dari pelayanan di Kota Yogyakarta, sebagian Kabupaten Bantul, bahkan sebagian Kabupaten Sleman.
Sebenarnya, pelayanan IPAL di Bantul sudah terdapat di tiga titik, yakni Kecamatan Sewon, Kasihan, dan Banguntapan.
Namun, Tri tidak memungkiri, peningkatan jumlah penduduk, ditambah dengan laju perkembangan pembangunan, menimbulkan persoalan tersendiri, salah satunya terkait penanganan limbah.
Baca Juga: PDIP Diterpa Kampanye Hitam Jelang Pilkada, Idham Samawi: Ngga Kaget!
Berangkat dari masalah itu, pihaknya meyakini perlunya untuk segera memberikan solusi kepada masyarakat, yakni dengan membangun saluran IPAL. Menurutnya, melalui pengolahan air limbah yang memadai, risiko pencemaran lingkungan menjadi lebih kecil.
"IPAL Bambanglipuro ini nantinya bakal memiliki kapasitas pengolahan air limbah sebesar 1.500 meter kubik/hari atau setara dengan 3.000 sambungan rumah," ucapnya.
Tri melanjutkan, dalam tahapan pertama, pihaknya akan mulai membangun unit pengolahan, yang terdiri dari jaringan perpipaan induk, lateral, servis, dan sambungan rumah sebanyak 100 unit. Harapannya, infrastruktur yang akan dibangun ini dapat memberi manfaat yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono menyambut baik pembangunan IPAL Bambanglipuro, yang akan segera dilaksanakan tersebut.
Menurutnya, infrastruktur ini dibutuhkan untuk tetap menjaga lingkungan masyarakat, khususnya di Bantul, dari pencemaran limbah.
"Kami prinsipnya mendukung penuh pembangunan IPAL ini karena memang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kalau memang sudah jadi, nanti pengolahan limbah bisa semakin terpusat, sehingga tidak menyebar dan mencemari lingkungan," tutur Suharsono.
Berita Terkait
-
PDIP Diterpa Kampanye Hitam Jelang Pilkada, Idham Samawi: Ngga Kaget!
-
Ludes Dilahap Api, Rumah Edi Akan Dibangun Lagi Pakai Bantuan Pemkab Bantul
-
Profil Suharsono, Nyalon Bupati Periode Kedua di Pilkada Bantul 2020
-
Lantai 2 dan 3 Pasar Bantul Disulap Jadi Pusat Kuliner dan Coworking Space
-
11 Mempelai Ikuti Nikah Massal, Dikirab dari Pantai Cemara Sewu
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP
-
BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026
-
Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong
-
BRI Terus Lakukan Buyback Saham, Fundamental Perseroan Jadi Penopang Pertumbuhan
-
JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026