SuaraJogja.id - Pemerintah mulai hari ini mulai menyalurkan Bantuan sosial (bansos) beras untuk keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) di Kulonprogo.
Bantuan yang menyasar 30.688 KPM di 87 kalurahan ini akan disalurkan hingga 27 September 2020 mendatang.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Yohannes Irianta mengatakan bansos beras merupakan program dari pemerintah pusat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Besaran bansos yang diberikan per KPM adalah 15 kg selama tiga bulan, mulai Agustus sampai dengan Oktober.
Namun, penyaluran Agustus digabungkan dengan September, sehingga pada bulan ini per KPM akan menerima 30 Kg sekaligus.
Baca Juga: Paket Internet Mahal, Siswa di Kulonprogo Belajar Via Handy Talky
"Khusus untuk bulan ini jatahnya 30 Kg, karena digabungkan dengan jatah bulan lalu, dan untuk Oktober mendatang, per KPM sesuai ketentuan dapat 15 Kg," kata Irianta di sela-sela launching penyaluran bansos beras di Gudang Bulog Wates, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates, seperti dilansir dari Harianjogja.com, kemarin.
Irianta menjelaskan proses pendistribusian bansos beras di Kulonprogo dilakukan oleh BGR Logistics yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik. Titik droping dipusatkan di dusun tempat tinggal KPM.
"Nantinya KPM bisa langsung mengambil jatah bansos di situ, atau diantarkan oleh perangkat desa ke rumah masing-masing," ucapnya.
Distribusi hari pertama dilakukan di Kapanewon Temon dan Sentolo. Dilanjutkan Galur dan Panjatan pada Jumat (18/9/2020); Nanggulan dan Wates, pada Sabtu (19/9/2020); Lendah pada Senin (22/9/2020); Girimulyo, pada Selasa (23/9/2020); Pengasih, pada Rabu (24/9/2020); Kokap pada Kamis (25/9/2020); Samigaluh pada Jumat (26/9/2020) dan terakhir Kalibawang pada Sabtu (27/9/2020). Total titik droping dalam kegiatan ini sebanyak 472 dusun dengan jumlah penerima bansos sebanyak 30.688 KPM.
Beras bansos yang disiapkan untuk penyaluran bulan ini di Kulonprogo sebanyak 920.640 Kg. Beras itu berasal dari hasil produksi petani di Kulonprogo dan sekitarnya yang dibeli oleh Perum Bulog DIY pada 2019 dan 2020.
Baca Juga: Kalah Judi Online, Pria di Kulonprogo Tulis Surat Sebelum Bunuh Diri
Kepala Bidang Pengadaan Kantor Wilayah Perum Bulog DIY, Mulyana memastikan kualitas beras bansos ini sangat layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Klaim itu berdasarkan hasil uji tanak yang dilakukan Bulog pada hari ini. Diketahui bahwa beras yang sudah dimasak menjadi nasi itu layak untuk dikonsumsi.
Berita Terkait
-
Satgas PKH Serahkan 216 Ribu Hektare Kawasan Hutan Hasil Penguasaan Kembali ke BUMN
-
6.961 KPM di Tanjungpinang Tercatat Terima Bansos Sembako PKH
-
Bansos PKH Maret 2025 Rp600.000 Segera Disalurkan, Begini Cara Cek dan Mencairkan
-
BRI Dukung Penyaluran Bansos PKH Tahap Pertama ke 9.103 Keluarga di Kupang
-
Layanan Door to Door Percepat PosIND Salurkan Bansos PKH dan Sembako
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo