Sejumlah warga menangkap ular Sowo Kembang di Kampung Gedongkiwo RT 62/ RW 12, Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Jumat (18/9/2020) malam. [Dok.ist Shinta Dewi Sri Murwani].
Shinta melanjutkan, hewan melata tersebut telah diserahkan ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias (Pasty). Ular tersebut dihibahkan kepada pengelola pasar atau penjual yang ingin mengadopsi.
"Kami serahkan ke Pasty, jadi tidak kami bunuh dan dibiarkan berkembang biak. Jika dilepasliarkan lagi takutnya kembali ke sini," jelasnya.
Untuk diketahui Kampung Gedongkiwo RT 62/ RW 12, menjadi salah satu kampung yang memanfaatkan aliran irigasi untuk tempat budidaya ikan. Sebelumnya lingkungan kampung tersebut merupakan lokasi kumuh.
Berkat inisiatif warga untuk mengembalikan lingkungan kembali asri. Karang taruna dan warga sekitar merubah aliran irigasi tersebut menjadi tempat budidaya ikan yang dinamakan Mina Julantoro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana