SuaraJogja.id - Kondisi pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat Bantul harus merasakan kesulitan ekonomi akibat dirumahkan atau di PHK.
Merespon hal tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul berinisiatif untuk mengajak sekaligus memberdayakan masyarakat Bantul yang diketahui masih belum mempunyai kegiatan akibat pandemi Covid-19 ini. Setidaknya ada 200 warga yang dirangkul Dinas KUKMP untuk membuat masker.
Kepala Dinas KUKMP Bantul, Agus Sulistiyana menuturkan hasil dari pembuatan masker oleh masyarakat Bantul tersebut nantinya akan disumbangkan juga kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten untuk selanjutnya diserahkan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Proses pembuatan masker oleh 200 orang tersebut sudah dimulai sejak 11 September yang lalu dan ditargetkan akan selesai pada Jumat pekan ini.
"Jadi masyarakat yang kita berdayakan ini memang sebagian besar penjahit tapi terlepas dari itu tetap ada juga perajin kulit yang selama ini sepi pesanan juga kita ajak," ujar Agus, saat menyerahkan sebagian masker tersebut kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul di halaman Gedung Induk Mandala Saba, Kompleks Parasamya, Bantul, Rabu (23/9/2020).
Agus mengatakan bahwa sebenarnya target yang diemban oleh masyarakat adalah 100.000 masker. Namun pada saat pemberian kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul hari ini baru berkisar antara 50.000 masker saja.
Semua masker yang dibuat oleh masyarakat itu mendapat pembiayaan dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang sudah memasuki tahap kedua. Pasalnya sebelum ini, kata Agus, pihaknya sudah pernah melakukan pemberdayaan serupa kepada sekitar 160 orang dengan menciptakan 75.000 masker.
"Kami juga mengerahkan industri kecil menengah (IKM) perajin batik, nantinya batiknya akan kita beli dengan harapan setelah batiknya kita beli para perajin akan memperkerjakan pembatik-pembatiknya lagi. Sehingga otomatis di sini terjadi pergerakan perekonomian," ucapnya.
Menurut Agus, pembuatan masker oleh masyarakat Bantul ini sebagai bagian dari salah satu program perisai pemberdayaan yangdilaksanakan oleh Pemkab Bantul. Disebutkan ada sekitar 50 perjain batik yang ikut terlibat dalam pembuatan masker bermotif batik oleh 200 warga Bantul tersebut.
“Kegiatan ini juga sebagai langkah kami untuk membangkitkan kehiatan padat karya yang tidak bisa dipungkiri selama ini masih ada yang menganggur," paparnya.
Baca Juga: Ada Warga Positif Covid-19, Pasar Jowa di Gunungkidul Ditutup 3 Hari
Berita Terkait
-
Pertama di DIY, Pemkab Bantul Rilis Mesin Layanan Anjungan Dukcapil Mandiri
-
Jelang Undi Nomor Urut Pilkada Bantul, Massa Ngeyel Datang Bakal Dibubarkan
-
Mulai Susun Strategi, 2 Bapaslon Makin Siap Menangkan Pilkada Bantul 2020
-
Liga 1 Digelar Awal Oktober, Pemkab Bantul Masih Tunggu Konfirmasi Lanjutan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Niat ke SPBU Berujung Maut, Pemotor 18 Tahun Tewas Tertabrak Bus di Temon Kulon Progo
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya