SuaraJogja.id - Sungguh kontras penampakan sebuah bangunan lawas di Solo yang dikenal dengan sebutan Omah Lowo antara dulu dan sekarang. Tak ada lagi kesan horor maupun seram dari gedung yang kini menjadi Rumah Heritage Batik Keris ini.
Bau menyengat pun sudah lenyap setelah rumah yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No 1 Solo ini diperbaiki selama 2,5 tahun belakangan. Padahal dulunya rumah ini sangat tak terawat, tak layak huni, dan malah didiami ribuan kelelawar.
Kini bangunan zaman kolonial bergaya art deco dan art nouveau ini berubah cantik menawan bak bangunan megah di Eropa. Halaman depan tampak asri dengan rumput hijau dan bunga jengger ayam merah tua serta bunga marigold kuning.
Keberadaan air mancur bentuk teratai pun membuat bangunan paling depan Omah Lowo kian mewah.
Baca Juga: Viral Film Pendek Singsot Buatan Jogja, Kenalkan Mitos Horor di Jawa
Pada 2 Oktober 2020 nanti, bertepatan pada Hari Batik, wajah baru Omah Lowo ini bakal diresmikan.
“Rumah ini memang terbengkalai sampai kalau orang mendekat kesannya itu jelek, gelap, kotor, bau, dan ditinggali lowo [bahasa Jawa artinya kelelawar], makanya namanya Omah Lowo [rumah kelelawar],” ujar Pemilik Rumah Heritage Batik Keris, Lina Tjokrosaputro, Selasa (29/9/2020).
Lina bercerita, rumah ini sebenarnya pada 1920-an silam merupakan milik Sie Djian Ho, leluhur mendiang suaminya, Presiden Direktur PT Batik Keris Handianto Tjokrosaputro. Dulu rumah ini difungsikan sebagai tempat tinggal. Namun karena banyak faktor, kepemilikan Omah Lowo baru kembali ke keluarga sang suami pada 2016 lalu.
Omah Lowo terdiri atas tiga bangunan, yakni A (bangunan utama), B (tengah), C (belakang). Bangunan A dan B dahulu dipakai sebagai tempat tinggal. Belakangan, keluarga pengusaha batik ini membeli gedung C terlebih dahulu, baru disusul bangunan A dan B.
“Pada waktu itu suami saya [saat masih hidup], rumah ini memang ditawarkan, maka dia ingin membeli, karena ada kisahnya. Opa dan omanya tinggal di sini. Tepat pada Mei 2016 rumah ini kembali ke keluarga suami,” ujar Lina, dikutip dari SoloPos.com -- jaringan Suara.com.
Baca Juga: Alami Kejadian Horor, Pengalaman Operator Ini Malah Bikin Ngakak
Sesuai dengan cita-cita mendiang suami, Rumah Heritage ini direnovasi, kemudian difungsikan sebagai galeri display batik dan pusat kerajinan. Pada perjalanannya, tak mudah memperbaiki bangunan lawas tersebut lantaran begitu parah kerusakannya.
Berita Terkait
-
Segera Tayang di Bioskop, Begini Kisah di Balik Penggarapan Film Terikat Jalan Setan
-
Dibintangi Marlon Wayans, Film Horor Bertajuk Him Bagikan Teaser Perdana
-
Lucunya Hantu Pemula Berjuang Takuti Manusia di Film Dead Talents Society
-
Jessica Chastain Bintangi Film Horor Bertajuk Incidents Around the House
-
Ulasan Novel White is for Witching: Kisah Rumah Warisan yang Penuh Rahasia
Terpopuler
- Sama-sama Bermesin 250 cc, XMAX Kalah Murah: Intip Pesona Motor Sporty Yamaha Terbaru
- Robby Abbas Pernah Jual Artis Terkenal Senilai Rp400 Juta, Inisial TB dan Tinggal di Bali
- Forum Purnawirawan Prajurit TNI Usul Pergantian Gibran hingga Tuntut Reshuffle Menteri Pro-Jokowi
- Profil Ditho Sitompul Anak Hotma Sitompul: Pendidikan, Karier, dan Keluarga
- 7 Rekomendasi Sabun Pemutih Wajah, Harga Terjangkau Kulit Berkilau
Pilihan
-
Pembayaran Listrik Rumah dan Kantor Melonjak? Ini Daftar Tarif Listrik Terbaru Tahun 2025
-
AS Soroti Mangga Dua Jadi Lokasi Sarang Barang Bajakan, Mendag: Nanti Kita Cek!
-
Kronologi Anggota Ormas Intimidasi dan Lakukan Pemerasan Pabrik di Langkat
-
Jantung Logistik RI Kacau Balau Gara-gara Pelindo
-
Emansipasi Tanpa Harus Menyerupai Laki-Laki
Terkini
-
Kota Pelajar Punya Solusi, Konsultasi Gratis untuk Kesulitan Belajar dan Pendanaan di Yogyakarta
-
Lebaran Usai, Jangan Sampai Diabetes Mengintai, Ini Cara Jaga Kesehatan Ala Dokter UGM
-
Batik Tulis Indonesia Menembus Pasar Dunia Berkat BRI
-
Insiden Laka Laut di DIY Masih Berulang, Aturan Wisatawan Pakai Life Jacket Diwacanakan
-
Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Asing, BRImo Kini Hadir dalam Dua Bahasa