Salah satu contoh yakni membuat teh dari bunga telang tersebut. Selain memperhatikan orang-orang lain yang sudah terlebih dahulu membuatnya, Danang lalu belajar sendiri untuk mengkombinasikan produk tadi agar sesuai dengan takaran dan kualitas yang diinginkan.
Semisal dari proses pembuatan teh itu sendiri, mulai dari pemetikan atau pemanenan bunga telang tersebut untuk selanjutnya dijemur dengan diberi penutup di atasnya. Proses penjemuran pun, kata Danang, paling lama dilakukan sehari hanya sampai pukul 15.00 WIB.
Setelah itu bunga telang yang sudah cukup kering tersebut akan dimasukkan ke dalam oven selama satu malam hingga nanti pagi hari diambil lagi ketika sudah mulai lebih kering. Agar membuat bunga itu makin krispi atau kering masih akan dijemur lagi setengah hari hanya sampai dengan jam 12.00 WIB.
"Walaupun jam 15.00 WIB sore itu masih panas tapi 12.00 WIB harus diangkat karena udara sudah lembab. Kalau tidak pakai oven bisa sampai 3-4 hari," katanya.
Menurutnya jika langkah-langkah tadi tidak dilakukan secara tepat hasilnya akan berbeda. Ada proses tersendiri yang kata Danang, dapat untuk menciptakan produk yang berkualitas dengan nutrisi dan kandungan vitaminnya juga masih bagus.
"Kita pernah coba jemur tanpa ada penutup jadi langsung kena sinar matahari rasanya kurang enak, aroma tidak sedap dan warnanya jadi putih," sebutnya.
Terkait dengan pembuatan sabun, menurutnya memerlukan proses yang agak panjang. Selain itu belum adanya izin yang diberikan dari badan terkait menyebabkan pihaknya belum bisa melakukan pengedaran produk berbagai sabun itu secara luas.
Selain itu, produksi berbagai olahan bunga telang ini masih berputar di dalam bisnis keluarga saja. Setidaknya ada enam orang yang membantu produksi tersebut di rumahnya.
"Sejauh ini sudah ada lahan setidaknya di empat lokasi yang paling luas berukuran 12x8 meter. Dari situ bisa menghasilkan bunga telang sebanyak 5 kilogram basah. Kalau di rumah hanya 2 ons basah, dua tempat lagi ada yang setengah ons dan setengah kilogram," jelasnya.
Baca Juga: Fakta Pasien Covid-19 di Bantul yang Meninggal Tanpa Ada Komorbid
Berniat berdayakan masyarakat sekitar
Danang mengungkapkan meskipun sejauh ini produksi bunga talang itu masih sebatas produksi rumahan tapi ia berniat untuk lebih mengembangkan usaha tersebut. Pengembangan tersebut nantinya juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar yang juga punya potensi.
Saat ini Danang tengah mempersiapkan hal tersebut dengan memfokuskan produksi atau panenan kepada biji bunga telang tersebut. Jika nantinya sudah banyak maka setiap warga sekitar bisa ikut menanam bersama di lahan masing-masing.
"Rencana memang untuk memberdayakan masyarakat. Maka kami memproduksi bijinya untuk masyarakat sini agar bisa sama-sama tanam semuanya. Kita tampung jadi satu, lalu produksi untuk kita jual," jelasnya.
Dikatakan Danang, saat ini pihaknya mentargetkan kebutuhan bunga telang kering setiap harinya sekitar satu kilogram. Namun beberapa bulan terakhir produksinya sempat menurun akibat cuaca yang tak menentu.
"Kami sempat mengalami penuruan produksi dari 700-800 gram kering turun menjadi 400 gram. Tapi untuk penjualan meskipun masih di Indonesia tapi setidaknya hampir setiap minggu terjual minimal satu kilogram," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda
-
Pestapora 2026 Makin Seru, BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan 0%
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah