SuaraJogja.id - Pemkab Bantul akan memaksimalkan pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menekan angka kemiskinan yang terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19. Diketahui hingga saat ini penurunan angka kemiskinan di Bantul masih belum memenuhi target.
"Saat ini masih 12,92%, sebenarnya perkiraan awal itu bisa turun 0,6 hingga 0,7 persen, tapi karena ada pandemi Covid-19, jadi angka penurunan masih terhambat. Angka acuan itu dilihat dalam kondiri normal," ujar Pjs Bupati Bantul Budi Wibowo, Selasa (6/10/2020).
Budi menjalaskan, target nasional penurunan angka kemiskinan seharusnya bisa menyentuh angka di bawah 9,4 persen. Menyiasati hal tersebut, pihaknya akan mendongkrak produksi dan konsumsi UMKM di Bantul.
Menurut Budi, penguatan di sektor produksi lokal semacam UMKM akan membantu meningkatkan perekonomian di Bantul. Budi mengatakan, pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat melalui UMKM tersebut diperikakan dapat mencapai 3 persen.
“Gerakan belanja UMKM juga nanti akan kita upayakan. Hal itu penting dan harus diaktifkan lagi, jangan sampai bisa memproduksi tapi tidak bisa menjual," tuturnya.
Terpisah, Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan, kemiskinan di Bantul masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Bantul. Pihaknya terus berupaya untun menekan angka kemiskinan sejak 2019 yang lalu, tetapi tetap belum membuahkan hasil.
"Tahun 2019 sudah kita coba tekan hingga 10,86 persen tapi belum dapat terealisasi, penekanan hanya di angka 12,92 persen saja. Kami saat ini fokus mendorong ekonomi lokal dan progran padat karya," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istirul Widilastuti menuturkan, terkait dengan program padat karya sendiri, sudah mendapat anggaran Rp13 miliar yang diajukan pada APBD Perubahan 2020. Program padat karya rencananya akan diberikan untuk 130 lokasi yang telah ditentukan.
Pihaknya mnejelaskan bahwa program padat karya akan sangat berguna bagi pembukaan lapangan kerja untuk keluarga miskin. Nantinya hal itu berkaitan denga pergerakan perekonomian oleh warga sekitar.
Baca Juga: Strategi 2 Pengusaha UMKM Dongkrak Penjualan di Tengah Pandemi
“Padat karya ini tujuannya jelas untuk membantu menggerakkan ekonomi warga khususnya yang ada di Bantul” ucapnya.
Berita Terkait
-
Strategi 2 Pengusaha UMKM Dongkrak Penjualan di Tengah Pandemi
-
Dampak Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Jakarta Naik
-
Imbas Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Angka Kemiskinan Bertambah
-
5 Bantuan Cair Bulan Oktober 2020, Mulai Kuota Internet hingga Bansos Beras
-
Hampir Bangkrut Karena Pandemi? Coba Akses UMKM Recovery Center
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi