SuaraJogja.id - Segerombolan orang yang menyamar sebagai pekerja proyek di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Kulon Progo. Para pelaku tersebut diringkus setelah kedapatan mencuri panel listrik di proyek pembangunan Bandara YIA.
Wakapolres Kulon Progo Kompol Sudarmawan, mengatakan bahwa kasus pencurian panel listrik Air Circuit Breaker (ACB) di Bandara YIA ini dilakukan oleh tujuh orang pelaku pada bulan Juli 2019 silam. Guna memudahkan aksinya para pelaku sempat menyamar sebagai pekerja proyek dengan menggunakan perlengkapan lengkap seperti helm, sepatu proyek hingga rompi pekerja.
“Pelaku total ada tujuh orang, tiga berhasil kami amankan dan empat masih buron,” kata Sudarmawan kepada awak media, Senin (12/10/2020).
Tiga orang pelaku berhasil diamankan tersebut adalah Re (50) warga Jakarta Barat, Har (40) warga Jakarta Utara dan AS (32) Sumatera Selatan. Sementara empat pelaku lainnya, Im (40) warga Bogor, Ar (30) dan SL (30) warga Pemalang, Jawa Tengah dan Ya warga Bogor hingga saat ini masih menjadi buron pihak polisi.
Dijelaskan Sudarmawan, awalnya para pelaku ini sudah merencanakan aksi pencurian tersebut dengan berkumpul mengatur strategi di SPBU wilayah Temon. Dari situ gerombolan ini menyamar dengan menggunakan perlengkapan yang persis dengan pekerja proyek lalu menggunakan mobil masuk ke lokasi proyek.
Ketika sudah bisa masuk dan mencapai gedung Mezzanine, gerombolan ini membagi peran satu sama lain. Mulai dari orang yang mengeksekusi untuk mengambil barangnya, mengawasi lokasi sekitar hingga berjaga.
Dari aksi pencurian tersebut, para pelaku berhasil menggasak delapan unit ACB yang dibawa kabur dengan mobil yang dipakai sejak awal. Tanpa pikir panjang barang itu lantas dijual dengan harga Rp.10,5 juta padahal harga normalnya bisa mencapai Rp624 juta.
“Hasil penjualan dari barang curian itu lalu dibagi rata kepada para pelaku," ucapnya.
Sementara itu salah satu tersangka, Har (40) mengaku hanya tergiur dari ajakan teman-temannya untuk melakukan aksi pencurian tersebut. Dikatakan Har, saat aksi berlangsung ia bertugas untuk mengawasi kondisi sekitar.
“Saya hanya diajak teman-teman. Saya tugasnya juga cuma mengawasi. Pas sudah berhasil bawa barangnya keluar, kita terus berpencar," kata Har.
Baca Juga: LBH Yogyakarta: Korban Kekerasan Seusai Demo Ricuh di DPRD DIY Alami Trauma
Har menyampaikan bahwa ia mendapat uang sebesar Rp.1,5 juta dari hasil penjualan barang curian tersebut. Disebutkan uang tersebut digunakan untuk membiayai sekolah anaknya yang baru akan lulus dari SMA.
“Uang itu buat anak sekolah, sudah mau lulus SMA," ucapnya.
Akibat aksi pencurian tersebut, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan