SuaraJogja.id - Akun Twitter @jawafess membagikan video TikTok milik akun @mtchalv. Ketika seorang pengunjung memesan makanan di sebuah kafe dengan nama yang unik, saat dipanggil pelayan, hampir seluruh pengunjung di tempat itu ikut menyahut.
Video berdurasi 35 detik tersebut memperlihatkan suasana di sebuah kafe. Pemilik video mengaku memesan makanan atas nama "Tarik Sis", salah satu kalimat yang akrab di kalangan para penikmat lagu dangdut.
Saat pelayan mengantar makanan dengan menyebutkan nama "Tarik Sis", tidak disangka, seluruh pengunjung di kafe tersebut menyahut dengan seruan "semongko", yang dalam dunia dangdut memang pasangan "tarik sis".
Terdengar dalam video itu, pelayan mengatakan pesanan atas nama "Tarik Sis". Seluruh pengunjung kemudian menjawab, "semongko". Mendengar hal tersebut, pemilik video sekaligus orang yang memesan justru tertawa malu.
Pelayan berbaju hitam yang membawa makanan di atas nampan dengan satu tangan itu sampai harus memanggil dua kali lantaran pemilik pesanan tidak menyahut. Dalam videonya, pemilik video juga meminta maaf karena tidak langsung memberikan respons.
Saat nama kembali diteriakkan, seluruh pengunjung makin kompak menjawab "semongko". Sementara pemilik video justru tertawa makin kencang lantaran aksi jahilnya menggunakan nama pesanan tersebut justru mendapatkan respons dari hampir seluruh pengunjung.
Pelayan itu tampak berhenti di tengah pengunjung dan mengamati sekitar. Pemilik pesanan yang duduk di belakang pelayan itu lantas memanggilnya. Ia juga bercerita bahwa dirinya menjadi sorotan orang-orang satu kafe dan ditertawakan. Saat pulang mereka juga dipanggil-panggil oleh pengunjung lain.
"Lur ngekel iso latah semongko kabeh (Lur ngakak, bisa latah semangka semua-red)," tulis akun @jawafess dalam keterangannya.
Sejak diunggah pada Selasa (13/10/2020), video tersebut disaksikan lebih dari 65 ribu kali. Ada 6.000 lebih yang menekan tanda suka, dan 2.000 lainnya membagikan ulang.
Baca Juga: Niat Jual Sepeda Curian di Sleman, Pria Gunungkidul Diringkus Polisi
Sementara, ratusan pemberi komentar ikut tertawa melihat aksi kompak pengunjung kafe tersebut.
Lihat video kompaknya pengunjung kafe DI SINI.
"Masih ngakak aja sih kalo liat ini. Pengen ngirim stiker joget aja bawaannya hmm," tulis akun @its_gustii.
"Dulu tiap ke kober, langganan dikasi nama 'sayang' jadi pas pesenan dateng masnya selalu 'sayaaaangg'," komentar akun @uc1000vitC.
"Jadi buat yang belum paham sejarah tarik sis semongko. Dulu pas SERA manggung, tamborinnya bernama WASIS dan yang megang suling bernama WIWIN. Si wiwin ini teriak ke WASIS pas lagu mau mulai, 'TARIK SIS'. Wasis nyautin 'SEMONGKO' plesetan dari 'SUMONGGO'," tanggapan akun @rajief_JR.
Sementara akun @yaudah_ara menyampaikan, "Sama juga kalau kalian pesen pakai atas nama 'mancing mania' entar pas dipanggil 'atas nama kak mancing mania' yang lain pada kompak bilang 'mantap'."
Berita Terkait
-
Lirik Lagu 'Tarik Sis Semongko Kini Tinggal Aku Sendiri' Bunga Thomas Arya
-
Bikin Keringat Dingin, Sekali Ngopi di Kafe Mewah Ini Bisa Habis Rp3 Juta
-
Pertama di Arab Saudi, Kafe Ini Izinkan Pengunjung Bawa Anjing Peliharaan
-
Diduga Korsleting Listrik, Cafe di Jaksel Terbakar, Kerugian Rp 15 Miliar
-
Tolak Kosongkan Cafe yang Hancur akibat Ledakan Beirut, Pemilik Ditangkap
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat