Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:10 WIB
Korban penganiayaan jalanan, Benedictus Galih Widianto, menunjukkan bekas lukanya saat ditemui di kediamannya di Pedukuhan Burikan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Selasa (13/10/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Penyerangan berdurasi 10 menit itu direspons oleh kepolisian. Galih mengungkapkan, salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut. Warga yang melihat dirinya terluka langsung meminta temannya mengantar ke RSUP Dr Sardjito.

"Saya keluar dari gang sudah berlumuran darah. Akhirnya teman saya yang tahu saya diselamatkan warga langsung menjemput dan mengantar saya ke Sardjito. Saya masuk UGD dan mendapat perawatan," katanya.

Korban penganiayaan jalanan, Benedictus Galih Widianto, menunjukkan bekas lukanya saat ditemui di kediamannya di Pedukuhan Burikan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Selasa (13/10/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Sebanyak 31 jahitan diterima Galih. Dirinya menjalani perawat di rumah sakit selama dua hari.

"Masuk UGD dan langsung dijahit. Punggung dan pinggang mengalami luka sedalam 5 sentimeter. Untungnya masih selamat," jelas dia.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Klitih, Urat Tangan Pemuda di Sleman Putus

Peristiwa yang Galih alami sudah dilaporkan ke Polres Sleman.

Setelah dua hari dirawat di RSUP Dr Sardjito, pada Senin (28/9/2020), ia mendatangi Polres Sleman.

"Awalnya akan dilaporkan ke polsek, tapi diarahkan langsung ke Polres Sleman. Saat ini masih menunggu info dari kepolisian," ucapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah belum juga memberi keterangan lebih lanjut atas insiden itu.

Pihaknya masih meminta waktu untuk mengonfirmasi insiden tersebut.

Baca Juga: Viral Diduga Pelaku Klitih Kumpul di Maguwoharjo, Begini Penjelasan Polisi

"Belum kami monitor sepenuhnya. Nanti jika ada perkembangan, akan kami sampaikan," kata Deni.

Load More