SuaraJogja.id - Sejumlah warga Manggung, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman mengeluhkan parkir kendaraan yang tak teratur di Jalan Kaliurang. Pasalnya, mobil yang keluar dari gang kecil menuju jalan setempat terhalang pandangannya oleh mobil yang terparkir.
Seorang warga Manggung, Dimas Nugraha (32) menjelaskan bahwa tiap keluar dari gang komplek perumahannya ia selalu was-was. Pasalnya ketika membawa mobil keluar gang, pandangannya selalu terhalang mobil yang parkir di badan jalan.
"Jadi saat menengok kanan atau kiri, saya tidak tahu jika ada kendaraan yang lewat, karena terhalang mobil parkir," kata Dimas ditemui SuaraJogja.id, Kamis (22/10/2020).
Dimas menjelaskan bahwa dirinya keluar tiap siang dan sore. Mobil pelanggan yang diparkirkan di sekitar toko selalu berdekatan dengan gang keluar.
Baca Juga: Bos PSS Sleman Yakin Liga 1 2020 Tak Bisa Terlaksana 1 November
"Jika pagi masih sepi, tidak banyak kendaraan (mobil) yang parkir. Tapi ketika menjelang siang sampai sore, mobil diparkirkan sampai dekat dengan gang keluar masuk. Jadi susah melihat kendaraan yang datang dari arah utara," kata dia.
Dimas khawatir dengan terhalangnya pandangan pengemudi saat keluar gang ke Jalan Kaliurang dapat menimbulkan kecelakaan.
"Sehingga membahayakan warga atau pengemudi yang akan keluar dari tiap-tiap gang," ujar Dimas.
Warga Manggung lainnya, Sakti Febrian (45) menuturkan bahwa dirinya sempat memberi masukan kepada perangkat desa untuk diteruskan ke dinas terkait. Kendati demikian dirinya belum mendapat respon.
"Ya selama ini memang ada yang parkir sembarangan bahkan dekat dengan gang keluar. Apalagi jalanan ini (Kaliurang) ramai. Jadi saat warga keluar pandangannya terhalang ketika melihat kanan atau kiri," tambah dia.
Baca Juga: PSS Sleman Prediksi Liga 1 Baru Bisa Bergulir Januari 2021
Sakti berharap instansi terkait memperhatikan keluhan masyarakat soal terganggunya pandangan itu. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
"Kami tak ingin ada korban kecelakaan karena parkir mobil yang tak tertib. Harapannya hal ini segera direspon instansi terkait," kata dia.
Plt Kepala Dishub Sleman, Arif Pramana menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima keluhan tersebut. Kendati demikian saat pengecekan lokasi, dirinya belum menemukan.
"Iya yang di selatan ring road itu memang ada keluhan masyarakat. Nantinya kami lihat dulu apakah parkir itu ada yang ilegal atau tidak," kata Arif dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan akan melakukan pengecekan kepada juru parkir. Apakah sudah sesuai mengatur lokasi parkir yang dibolehkan dan tak dibolehkan.
"Segera kami tindaklanjuti soal keluhan ini," ujar Arif.
Berita Terkait
-
Lebaran 2025 Tarif Parkir Naik, Nilainya Setara BBM Pertamax
-
Antisipasi Parkir Sembarangan di Monas: Dishub Siapkan Derek hingga Tangkap Jukir Liar
-
Jukir Liar di Jakarta Masih Marak, Rano Karno: Nggak Setiap Hari Mereka Lakukan Itu
-
Pemudik Jadi Sasaran, Tukang Parkir Nakal Punya Modus Baru untuk Dapat Cuan
-
TAM Hadirkan Fasilitas Parkir Gratis untuk Pengguna Kendaraan Elektrifikasi Toyota
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY