SuaraJogja.id - Saluran drainase Selokan Mataram amblas beberapa waktu lalu.
Lewat perbaikan yang dilakukan, diketahui kerusakan bukan hanya pada drainase, melainkan kerusakan yang diduga disengaja.
Subkoordinator Perencanaan OP BBWSSO Antyarda Ikanadani mengungkapkan, pihaknya menemukan kerusakan yang disebabkan usia konstruksi selokan yang sudah lebih dari 15 tahun.
"Banyak pengambilan pipa yang [digunakan untuk] melubangi tanggul Selokan Mataram," kata dia, Selasa (27/10/2020).
Ia menambahkan, orang-orang tersebut diduga dengan sengaja melubangi tanggul Selokan Mataram untuk mengambil air tanpa izin.
"Di lokasi Mayangan [jalur Selokan Mataram yang rusak], saat kami memperbaiki, kami melihat ada pipa yang melubangi tanggul sisi selatan," terangnya.
Sementara itu, kala ditanyai perihal progres perbaikan drainase di Mayangan, Dani menambahkan, air telah dialirkan ke saluran selokan sejak Senin (26/10/2020) dengan debit 12,05 meter kubik/detik.
"Hari ini akan ditutup lagi sesuai dengan kesepakatan setiap Selasa dan Minggu, pada pekan ke-4, tiap bulan," tuturnya.
Dani mengatakan, pengaturan debit yang dikeluarkan juga mempertimbangkan kondisi iklim.
Baca Juga: Sempat Dimatikan, Aliran Air Selokan Mataram Bakal Hidup Tiga Hari Lagi
Jika terjadi hujan, maka debit akan dikurangi untuk menghindari meluapnya air di titik lokasi selokan Mataram, yang sudah hampir penuh airnya.
Setelah dibuka, air Selokan Mataram diperkirakan sudah sampai hingga wilayah Prambanan.
Namun, untuk antisipasi cuaca ekstrem kali ini, BBWSSO bersama pihak terkait berkoordinasi dan pengaturan debit pengaliran dari Bendung Karangtalun.
Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengatakan, saat ini pertanian di wilayahnya masih mengandalkan air hujan.
"Sementara belum pakai pompa ,apa lagi bila aliran selokan Mataram mengalir, kami lebih dari cukup. Ada hujan beberapa kali selama selokan diperbaiki, sangat membantu petani," tandasnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Sempat Dimatikan, Aliran Air Selokan Mataram Bakal Hidup Tiga Hari Lagi
-
Gatot Nurmantyo Sebut Omnibus Law Mulia dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja
-
Drainase Selokan Mataram Amblas, Limpasan Air Masuk ke Jalan dan Sawah
-
Selidiki Pembuangan Bayi di Selokan Mataram, Polisi: Bisa Jadi dari Atas
-
Memancing di Selokan Mataram, Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir