SuaraJogja.id - Jumlah penghuni di barak pengungsian Balai Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman bertambah. Sebelumnya terdapat 133 orang kelompok rentan pada Sabtu (7/11/2020), yang kini menjadi 177 orang, dengan pengungsi yang berasal di luar kelompok rentan.
Panewu Cangkringan Suparmono mengungkapkan, jumlah tersebut didata sampai Sabtu (8/11/2020) pukul 19.30 WIB. Jumlah itu terdiri atas bayi berusia 1-2 tahun ada 24 orang, balita usia 3-5 tahun 11 orang, anak-anak usia 6-18 tahun 14 orang, lansia 71 orang, perempuan hamil 2 orang, dan difabel 11 orang. Selain warga dari kelompok rentan itu, ada 44 orang dewasa juga ikut mengungsi.
Diperkirakan, warga berusia dewasa itu khawatir karena trauma dari pengalaman bencana erupsi Merapi tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tidak mungkin menolak mereka yang khawatir ini. Ya kami menerima mereka," kata dia, dijumpai di barak balai kalurahan Glagaharjo, Minggu siang.
Selain warga yang khawatir ini, sebagian anak-anak yang sudah diungsikan ke barak lebih dahulu kemudian mengikutsertakan ibu mereka.
Suparmono tidak memungkiri ada kemungkinan terjadi penambahan jumlah pengungsi yang datang, tergantung pada aktivitas gunung Merapi.
"Kalau landai mungkin kurang, pagi-siang biasanya tetap naik ke atas. Mereka merumput, memberi makan ternak. Sekarang tidak ada separuh [dari jumlah pengungsi] pas siang," ujarnya.
Diketahui, ada sebanyak 7 unit barak di wilayah Cangkringan yang selalu siap menerima pengungsi.
Ditanyai soal kondisi sarana prasarana di barak, Suparmono menjelaskan, barak sudah diberi sekat untuk menetapkan jaga jarak antar pengungsi yang berbeda keluarga. Tujuannya, mencegah penularan COVID-19.
Baca Juga: Antisipasi Erupsi Merapi, Sejumlah Titik Jalur Evakuasi Mulai Dicor
Sementara itu, aliran suplai air bersih sempat kecil, tetapi segera diperbaiki. Tim barak juga mulai menyiapkan tangki bila sewaktu-sewaktu dibutuhkan.
"Kasur selimut diusahakan ditambah, setiap sore ada assesment, pembalut ditulis, nanti masuk ke posko induk. Pemkab Sleman menjamin kebutuhan terpenuhi," terangnya.
Dukuh Besalen Glagaharjo Sarwanto mengatakan, di barak telah disediakan sejumlah akses khusus bagi difabel, antara lain fasilitas cuci tangan dengan ketinggian lebih rendah. Di barak juga ada pendampingan dari Puskesmas.
"Ada keluarga juga yang ikut mendampingi," ucapnya.
Untuk fasilitas sanitasi, di barak pengungsian ada 17 ruang MCK: 4 unit di gedung barak, 7 unit di Balai Kalurahan, dan 6 unit di kompleks SD Muhammadiyah Cepitsari.
"Untuk ketersediaan air kami bekerja sama pula dengan Tagana, hari ini minta tangki. Kabar terbaru mau kirim tangki ke sini," terangnya.
Berita Terkait
-
Antisipasi Erupsi Merapi, Sejumlah Titik Jalur Evakuasi Mulai Dicor
-
Balasan Menohok Rocky Gerung ke Mahfud MD Soal HRS dan 4 Berita SuaraJogja
-
Merapi Siaga, Warga Kalitengah Lor Minta Jalur Evakuasi Diperbaiki
-
Warga Lereng Gunung Merapi Mengungsi Secara Mandiri
-
Tinjau Barak Pengungsian di Glagaharjo, Bupati Sleman: Belum Perlu Rapid
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026