Selain itu, Haryadi menyebut bahwa Pasar Prawirotaman harus aman. Artinya, bukan hanya sekadar dari keamanan fisik, tapi keamanan jenis dagangan.
Manajemen pasar harus secara berkala mengecek barang-barang dagangan yang ada di pasar. Jangan sampai, kata Haryadi, ditemukan ada barang yang sudah kadaluarsa, tiren dan semacamnya.
"Daging oplosan juga tidak boleh. Nanti terkait hal ini bisa dibuat komitmen kepada para pedagang. Jika ada yang kedapatan melakukan hal tersebut akan diberikan sanksi," tegasnya.
Terkait dengan pedagang yang bakal berjualan di Pasar Prawirotaman pasca revitalisasi ini, Haryadi memastikan bahwa pedagang lama akan tetap bisa berdagang. Bagi calon pengisi baru harus tetap sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh Disperindag Kota Yogyakarta.
"Jadi, kalau memang ada calon pengisi yang baru, minimal tahun depan baru bisa masuk, karena mereka harus memenuhi beberapa regulasi dan prosedur yang sudah ada dulu," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pusat Bisnis Disperindag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, Pasar Prawirotaman merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan pasar kreatif. Hal itu dapat dilihat melalui lantai 4 Pasar Prawirotaman yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan ruang pendukung untuk pengembangan di dalam bidang industri kreatif.
"Nantinya akan ada pertunjukan, musik, fotografi, kuliner, fashion, kriya, dan yang lainnya. Harapannya terjadi interaksi yang aktif untuk membangun ekosistem dinamis untuk perekonomian di Kota Jogja," kata Sri.
Sebelumnya, Kepala Disperindag Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, Pasar Prawirotaman akan dihuni oleh sekitar 619 pedagang dengan berbagai komoditas. Nantinya pasar yang terdiri atas empat lantai ini akan disusun sedemikian rupa terkait pembagian tempat para pedagang.
Rencananya, pada lantai satu bakal ditempati pedagang ikan dan daging. Lalu untuk, lantai dua diperuntukkan kepada penjual kebutuhan pokok, bumbu dapur, serta segala macam sayur mayur dan buah.
Baca Juga: Banyak Perbaikan, Walkot Jogja Target Pasar Prawirotaman Beres Pekan Depan
Sementara itu pada lantai tiga, akan menampung pedagang asesoris, pecah belah, hingga sentra kuliner siap saji. Sedangkan pada lantai teratas atau di lantai empat akan difokuskan untuk menjadi tempat pusat pengembangan ekonomi kreatif dengan segala fasilitas yang sudah dipersiapkan, mulai dari mini studio foto hingga studio podcast.
"Sudah kita sesuaikan terkait penempatan itu. Jadi walaupun memang ini adalah pasar rakyat atau pasar tradisional semua harus paham bahwa sistem green building atau pasar sehat itu menjadi hal mutlak," kata Yunianto.
Berita Terkait
-
Banyak Perbaikan, Walkot Jogja Target Pasar Prawirotaman Beres Pekan Depan
-
Sadis! Warga Temukan Bocah Disekap di Pasar, Tangan dan Kaki Terikat Rantai
-
Sepekan Terakhir, Transaksi Harian Bursa Capai Rp 9,1 Triliun
-
Beranggaran Rp25 Miliar, Palembang Miliki Pasar Ikan Modern
-
Dodge Durango SRT Hellcat Masuk Pasar Nasional Amerika, Siap Dikirim 2021
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais