Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 11 November 2020 | 06:30 WIB
Sejumlah korban yang mengaku ditipu teman kampusnya lewat investasi bodong berkedok arisan melapor ke Mapolres Sleman, Selasa (10/11/2020). - (SuaraJogja.id/Uli Febriarni)

Di waktu bersamaan, ada pula Via Kristi, mahasiswi Fakultas Manajemen UTY asal Banjarnegara, yang mengaku mengalami kerugian mencapai Rp17 juta.

"Awalnya dia bikin status gitu, lalu saya tanya, 'ini gimana maksudnya?' Katanya dari uang Rp2 juta dalam 10 hari dapat Rp700ribu, jadi Rp2,7 juta. Saya tertarik, saya coba Rp1juta," kata Via.

Kemudian, karena benar-benar mendapatkan keuntungan, Via terus menambah saldonya dengan jumlah berbeda secara bertahap kepada EGT.

"Awalnya memang lancar-lancar aja, cuma akhirnya kayak tersendat-sendat gitu," ungkap Via, yang menyebut uang itu berasal dari hasil usahanya berwirausaha.

Tak berbeda, lagi-lagi rekan sekelas EGT, yaitu Nilawati, mengaku tertipu dengan investasi bodong tersebut.

"Kerugian Rp4 juta, kalau sama modal Rp6 juta. Mulai investasi 27 September 2020," ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah memperkirakan, investasi semacam itu biasanya dilakukan pelaku dengan cara 'gali lubang tutup lubang'.

"Laporan tersebut akan kami dalami," kata dia.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga: Bule Ukraina Kena Tipu, Uang Sewa Vila Rp451 Juta Amblas Digasak Pegawai

Load More