SuaraJogja.id - Sejumlah warga Pedukuhan Kralas Kidul, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul meminta pemerintah untuk membuat polisi tidur di Jalan Joyodipuro (Jalan Canden). Permintaan itu menyusul terjadinya sebuah kecelakaan diduga tabrak lari yang menimpa seorang anak kecil 7 tahun hingga harus dioperasi.
"Jalannya memang mulus sejak dulu, jadi banyak pengendara yang melintas kencang, sehingga tidak memperhatikan jika melintas di jalur padat penduduk," ujar salah seorang warga Kralas, Murjiyem, ditemui SuaraJogja.id di kediamannya, Rabu (11/11/2020).
Ia menjelaskan bahwa pengamanan bagi masyarakat harus diperhatikan. Pasalnya, aktivitas warga mulai ramai pada pagi hari seiring dengan banyaknya pengendara yang melintas di jalan setempat.
"Minimal dibuat polisi tidur saja, itu saya kira lebih aman karena pengendara mengetahui jalannya mulus, tidak ada polisi tidur, sehingga memacu motornya dengan kencang," kata Murjiyem.
Seorang warga lainnya, Hardiwiyono (65), mengaku cukup was-was ketika melintas di jalan tersebut. Pria yang bekerja sebagai petani ini selalu berangkat dan pulang menggunakan sepeda ontel.
"Ya agak khawatir ketika ada mobil atau motor dari belakang yang ingin menyalip. Memang kendaraannya banter. Jika ada polisi tidur mereka (pengendara) bisa lebih pelan. Karena ini jalannya sempit dan banyak penduduk," ungkap dia.
Meski tak pernah menjadi korban ketika melintas di Jalan Canden, ia berharap keselamatan warga bisa diprioritaskan oleh perangkat desa dan pemerintah setempat.
"Peristiwa kecelakaan memang jarang terjadi menurut saya. Tapi untuk antisipasi bisa dibuat pengamanan agar warga juga selamat," kata dia.
Ditemui terpisah, Dukuh Kralas Widodo (40) mengungkapkan bahwa penempatan polisi tidur di titik Jalan Joyodipuro sangat diperlukan. Pasalnya, setelah akses jalan dibuat beraspal, pengendara selalu memacu kendaraannya dengan kencang.
Baca Juga: Tak Cuma Sekali, Kecelakaan di Simpang Empat Canden Sudah Terjadi 3 Kali
"Pengendara ini banter [kencang] tanpa melihat kondisi apakah ada orang atau anak-anak yang melintas. Ya memang jalannya sudah mulus sejak perbaikan dan pengaspalan 2 tahun lalu, tapi setidaknya harus bisa hati-hati. Rencananya akan dibuat polisi tidur nanti," ujar dia.
Widodo menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan terlebih dahulu rencana penempatan polisi tidur ke pihak kelurahan.
"Nanti saat rapat kelurahan saya langsung sampaikan keluhan warga soal pengendara motor ini termasuk insiden yang terjadi di sekitar lokasi kami. Nanti untuk keamanan segera dibuatkan polisi tidur. Karena sepengetahuan saya membuat polisi tidur ada aturannya dan tidak bisa sembarangan," ujar Widodo.
Sebelumnya dikabarkan, kecelakaan dugaan tabrak lari terjadi di Jalan Joyodipuro (simpang empat Canden), pedukuhan Kralas Kidul RT 4, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Minggu (8/11/2020). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 wib dan menimpa seorang anak kecil bernama M Fadlan Dhiaurrahman (7).
Korban mengalami retak tulang tangan kanan dan patah tulang selangka bagian kiri. Korban sudah menjalani operasi dan saat ini tengah dirawat di RS Nur Hidayah, Bantul.
Kepolisian mendalami kasus dugaan tabrak lari tersebut. Hingga kini baru jenis motor yang menjadi petunjuk petugas untuk mengejar terduga pelaku tabrakan.
Berita Terkait
-
Tak Cuma Sekali, Kecelakaan di Simpang Empat Canden Sudah Terjadi 3 Kali
-
Kecelakaan Maut di Serpong, Mobil Tabrak Pejalan Kaki Hingga Gerobak Nasi
-
Oleng, Avanza Tabrak Gerobak Nasi Goreng dan Pejalan kaki di Serpong
-
Talut Jembatan Kenet Diperbaiki Akhir Tahun Ini, Anggarannya Rp9,5 Miliar
-
Tambah 5 Pasien Positif, Kasus Covid-19 di Bantul Capai 1.265 Orang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar