SuaraJogja.id - Tumpukan makanan tertata rapi di etalase yang berada di depan Balai Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Mulai dari lauk ayam geprek, arem-arem, hingga makanan kering lainnya tersedia di sana.
Masyarakat yang melintas memilih menepi sebentar untuk mengambil beberapa makanan. Tak hanya pesepeda, pengendara motor bahkan mobil juga mendekat untuk mengambil. Ada juga yang meletakkan bungkusan makanan ke etalase itu.
Sebuah papan kayu yang berada di dekat etalase tertulis "Halte Sedekah". Selain itu, terdapat juga tulisan "Katupadumai" di atas etalase yang berada tepat di trotoar jalan. Etalase berukuran 1,5 x 1 meter tersebut tertulis "Nasi Gratis KD".
Ya, Halte Sedekah namanya. Bukan seperti halte pada umumnya sebagai tempat berhenti bus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, halte sedekah ini menjadi tempat berhenti untuk menaikkan dan menurunkan rezeki bagi orang-orang yang ingin bersedekah dan mendapatkan bantuan.
"Kami namai halte karena ini tempat di mana orang dari berbagai tempat berhenti untuk bersedekah seperti nasi, sayur, dan makanan lainnya. Jadi etalase ini kami buat agar orang bisa mengisi dan mengambil," terang Sujiyati Farid (50), founder Katupadumai yang mendirikan Halte Sedekah ditemui SuaraJogja.id, Rabu (11/11/2020).
Sujiyati tak sendiri saat berbincang dengan SuaraJogja.id. Ia ditemani dengan rekannya, Rochmaniati Hidayah (45), sebagai bendahara II di Komunitas Katupadumai. Keduanya merupakan penggerak aksi berbagi yang menyasar masyarakat di wilayah Bantul.
Halte Sedekah sendiri berdiri sejak Juli 2020 lalu, di tengah pandemi Covid-19, yang telah melumpuhkan ekonomi warga Projotamansari. Namun, mekanisme pembagian kali pertama dilakukan hanya dengan membagikan makanan di pinggir jalan. Katupadumai, yang berjumlah lebih kurang 100 anggota, membentangkan spanduk dan mengajak orang yang melintas mengambil makanan gratis yang mereka sediakan.
Satu bulan berlalu, pada Agustus 2020, salah seorang anggota komunitas menghibahkan sebuah etalase. Akhirnya Halte Sedekah diluncurkan dan kali pertama beroperasi di depan Masjid Khalid Bin Walid, Palbapang.
"Pertama kali kami buatkan etalase di sekitar masjid. Selanjutnya kami mencari lokasi lain dan dari pihak Desa Palbapang meminta untuk diletakkan di depan Balai Desa. Karena kami difasilitasi, akhirnya kami tempatkan di sini," ujar Sujiyati.
Baca Juga: Covid-19: Aksi Atik dan Ibu Lainnya Berbagi Makanan di Gantungan Bambu
Banyak masyarakat yang mengakses jalan di sekitar Balai Desa Palbapang. Selain pengendara sepeda motor, pengayuh sepeda juga kerap melintas, sehingga banyak yang terbantu untuk memenuhi kebutuhan perutnya ketika lapar.
Dalam sehari, kata Sujiyati, ada sekitar 100 porsi dengan berbagai macam makanan yang tersedia. Pihaknya tidak pernah menghitung total dalam sehari makanan yang mengisi Halte Sedekah.
Ia mengatakan, orang yang biasa mengisi adalah anggota komunitas dan juga donatur serta orang-orang yang ingin berbagi. Pihaknya juga sudah menjadwalkan bagi para anggota untuk mengisi makanan di Halte Sedekah.
"Kami terdiri dari ibu-ibu semua, jadi sehari ada 3-4 orang untuk mengisi, tetapi kami tidak mengikat dan memaksa, jadi kerelaan hati masing-masing anggota," ujar Sujiyati.
Diwawancarai di lokasi yang sama, Rochmaniati, wanita yang lebih akrab disapa Ida ini, mengatakan, setiap Jumat, Halte Sedekah menggantungkan sayur mayur gratis di tempat yang disediakan. Bahkan Jumat ini, masyarakat yang ingin bersedekah membludak, sampai-sampai etalase tak mencukupi.
Akhirnya, anggota membantu dengan cara memberikan makanan secara keliling di sekitar Bantul.
Berita Terkait
-
Covid-19: Aksi Atik dan Ibu Lainnya Berbagi Makanan di Gantungan Bambu
-
Pangdam Jaya Cerita Prajuritnya Berbagi Makanan Ke Massa Aksi Omnibus Law
-
Antar Anak Imunisasi, Warga Malah Temukan Mayat Wanita di Balai Desa
-
Dicibir Bagi Makanan seperti Jerinx, Tamara Bleszynski Respons Warganet
-
Aldi Ngamuk di Balai Desa, Warga Antre BLT Kocar-kacir Diancam Pakai Parang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul