SuaraJogja.id - Proyek penggalian pipa milik PT Pertamina di Jalan Wates KM 12, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul tak hanya mengganggu akses jalan. Warga yang berjualan di sisi utara Jalan Wates mengaku, pendapatannya berkurang.
Seorang penjual gorengan, Sholeh (35), menjelaskan, sebelum proyek berjalan pada akhir Oktober 2020 lalu, pendapatannya bisa mencapai Rp600 ribu dalam sehari.
"Sebelum ada proyek ini bisa bawa pulang Rp500-600 ribu, itu kotor ya. Bersihnya bisa Rp200-300 ribu, tapi sekarang turun sampai setengahnya," ujar Sholeh, ditemui SuaraJogja.id di lokasi jualannya, Kamis (12/11/2020).
Ia membeberkan bahwa setelah pihak pembangun meminta dirinya berpindah dari lokasi penggalian, Sholeh hanya mengantongi pendapatan perhari sekitar Rp300 ribu.
Baca Juga: Mangkrak Hampir Sepekan, Proyek Galian Pipa di Jalan Wates Dikeluhkan Warga
"Setelah pembatasan Covid-19 di DIY mulai longgar, pendapatan saya mulai stabil lagi. Biasanya saya jualan di atas gorong-gorong ini. Karena dilakukan penggalian saya pindah ke halaman Kantor Pos, tapi pendapatannya malah berkurang banyak," kata dia.
Proyek tersebut, kata Sholeh, sudah berjalan dua pekan. Namun sejak Senin (9/11/2020) tidak lagi terlihat pekerja. Bahkan bekas galian dibiarkan terbuka.
"Jadi mereka tidak ada tanggungjawabnya. Setelah menggali lalu dibiarkan terbuka. Padahal kami juga butuh pendapatan untuk hidup," katanya.
Ia berharap, proyek tersebut segera ditindaklanjuti. Beberapa pedagang juga terpaksa menutup dagangannya karena lokasi yang tak dimungkinkan mendirikan tenda.
"Saya buka dari pagi sampai pukul 20.00 wib, teman-teman pedagang lain berjualannya mulai sore, dan selesai sampai tengah malam. Karena lokasinya menyempit, beberapa pedagang memilih libur. Jika mencari lokasi lain tidak bisa karena sulit," terangnya.
Baca Juga: Konsumsi Terus Turun, BBM Premium Bakal Ditiadakan?
Warga Kalakan RT 3, Desa Argorejo, Sutaryono (50) tak mempersoalkan jika PT Pertamina akan menggali dan memasang pipa di sekitar rumahnya. Namun begitu, jika belum selesai, pihak pembangun segera bertanggungjawab.
Berita Terkait
-
Kedekatan Ayah Azizah Salsha dengan Tersangka Korupsi Pertamina: Pantas Gak Mau Ketemu Ahok
-
Ngaku Lebih Kaya dan Terkenal, Hotman Paris Sentil Ahok Lagi Gegara Kasus Pertamina: Saya Nggak Peduli Sama Dia!
-
Mobil Jepang Fokus ke Hybrid, Pertamina Yakin Kebutuhan Oli Masih Tinggi
-
Rieke Diah Pitaloka Sidak ke SPBU Pertamina Sambil Serukan 'Usut Mafia BBM', Malah Dicibir: Udah Telat!
-
Korupsi Patra Niaga, Erick Thohir Evaluasi Total Pertamina dan Anak Usaha
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil