Fakta unik tentang Karni, ia baru mulai merokok setelah mendapatkan gajiannya sendiri. Karni berprinsip tidak akan merokok sebelum mendapatkan bayaran untuk dirinya sendiri. Ia tidak ingin menggunakan uang yang diberikan oleh orangtua untuk membeli rokok.
"Kenapa saya jadi wartawan, karena wartawan itu harus setiap hari membuka sesuatu yang baru bahkan mempelajari yang baru," terang Karni.
Menurutnya, profesi wartawan tidak akan pernah membosankan karena selalu bersinggungan dengan hal baru. Karni menjelaskan, jika semua orang yang mencari berita bisa disebut sebagai wartawan. Namun, aktivitasnya bisa dilindungi UU Pers jika lembaga atau media yang digunakan sudah terdaftar.
Sejak diunggah Kamis (19/11/2020), video percakapan dua orang presenter acara televisi ini sudah ditonton lebih dari 600 ribu pengguna YouTube. Ada 38 ribu lebih yang menekan tanda suka dan 9000 lebih meninggalkan komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026