SuaraJogja.id - Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta secara signifikan masih bertambah. Hal itu juga terjadi di wilayah Bantul dalam beberapa hari terakhir.
Tak dipungkiri, ruang isolasi beberapa rumah sakit untuk menampung pasien critical dan non-critical Covid-19 mulai penuh.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo mengatakan bahwa memang ada peningkatan pasien terkonfirmasi Covid-19. Kendati demikian, ruang isolasi dan ICU masih tersedia, tetapi terbatas.
"Jadi beberapa rumah sakit rujukan memang sudah terisi, beberapa RS masih bisa menampung. Jika nanti terjadi penambahan, ada selter Patmasari yang masih kosong, sehingga kami siapkan cadangan di sana untuk menampung pasien," ujar Budi pada wartawan, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga: Tidak Dianjurkan Rapid Test Massal, Dinkes Sleman Fokus Penerapan Prokes
Ia menjelaskan, identifikasi ketersediaan ruang isolasi yang ada di rumah sakit rujukan di Bantul sudah dilakukan.
Rumah sakit rujukan seperti RS Lapangan Bambanglipuro, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RSPAU Hardjolukito, dan RS rujukan lain masih tersedia.
"Selain RS Lapangan dan lain sebagainya nanti kita identifikasi. Ya kondisi RS kan belum penuh semuanya. [Selter] Patmasari itu masih bisa ditempati," ujar dia.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan bahwa pasien non-critical Covid-19 sudah ditempatkan di ruang isolasi yang seharusnya.
"Pasien non-critical sudah terlayani di ruang isolasi. Untuk saat ini, kapasitasnya juga cukup. Di Selter Patmasari ada 34 bed yang siap untuk menampung pasien," ujar dia.
Baca Juga: Ruang Isolasi di Jateng Sudah Terisi 75 persen, Tersisa 1.235 Kamar Tidur
Terpisah, Ka Humas RSPAU Hardjolukito Letkol Agung Riyadi mengaku bahwa ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19 mulai menipis. Ruang ICU yang tersedia juga terbatas.
"Ruang ICU dan isolasi pasien Covid-19 di tempat kami berbeda. Untuk (ruang) ICU kami juga terbatas. Saat ini memang ada lonjakan kasus yang signifikan yang ditangani di rumah sakit kami," terang Agung dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, kapasitas ruang isolasi pasien positif Covid-19 sebanyak 100 dan hingga kini sudah terisi sekitar 80 persen.
"Sudah terisi 80 persen dari total kapasitas 100. Kami hanya menampung pasien Covid-19 yang non critical. Jika yang critical nanti kami rujuk ke RSUP Dr Sardjito," ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di DIY dikabarkan penuh pada 23 November 2020.
Rumah sakit tersebut antara lain RSUP Dr Sardjito, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RSUD Bantul, RSPAU Hardjolukito, RSA UGM, RS Panti Rapih, RSUD Wates, RSUD Wonosari.
Berita Terkait
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Naik Signifikan, Sehari Bertambah 200 Pasien Baru
-
Cek Fakta: Kemenkes Wajibkan Pakai Masker Lagi Karena Kasus Covid-19 Melonjak, Benarkah?
-
Kasus Covid-19 Terus Naik, PB IDI Sebut Vaksinasi Bukan Segalanya
-
Covid-19 Naik Lagi, Ini Rekomendasi 4 Alat Tes Antigen Mandiri di Rumah
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan