SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul akhirnya memutuskan untuk menghentikan semua kegiatan belajar mengajar tatap muka di wilayah mereka. Keputusan ini menyusul adanya dua siswa SD di Kapanewon Patuk yang positif Covid-19 dari gurunya saat pembelajaran tatap muka di sekolah.
Tak hanya menyebabkan dua siswanya tertular, ternyata ada seorang wali murid di SD tersebut yang juga terpapar Covid-19 . Guru SD yang berada di Patuk tersebut ternyata berasal dari luar Gunungkidul, yaitu Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.
Tak ingin kasus penularan Covid-19 di sekolah kembali terjadi, Disdikpora akhirnya menghentikan semua kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai Kamis (26/11/2020) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pemberhentian sementara KBM tatap muka dikeluarkan melalui surat edaran dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul nomor 443/24 17/50-1.
Dalam surat edaran tersebut, semua kegiatan belajar tatap muka dihentikan atau ditunda untuk jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, dan SMP. Demikian pula dengan kegiatan tryout untuk siswa-siswi kelas 6 ataupun kelas 9, itu juga dihentikan sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan, usai melakukan evaluasi berkaitan dengan KBM tatap muka di Gunungkidul selama ini ini, yang berakibat adanya siswa tertular Covid-19 dari guru mereka, akhirnya diputuskan bahwa kegiatan tersebut dihentikan untuk sementara waktu.
"Sampai kapan? Kita belum tahu, dan yang jelas jika sudah memungkinkan dan aman maka bisa dilaksanakan [tatap muka] kembali,"ujar Bahron, Kamis (26/11/2020), ketika dikonfirmasi melalui nomor pribadinya.
Hal ini sengaja dilakukan oleh Disdikpora untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh siswa, pihak sekolah, maupun wali masing-masing siswa.
Baron menambahkan, meskipun belajar di rumah mulai dijalankan kembali, tetapi guru di tingkat TK sampai tingkat SMP diwajibkan tetap masuk sekolah untuk mempersiapkan materi dan keperluan sekolah lainnya.
Kebijakan work from home atau WFH hanya diperlakukan kepada sekolah-sekolah yang siswa dan gurunya dinyatakan positif Covid-19 awal pekan ini.
Baca Juga: Sekolah Akan Tatap Muka Mulai Januari 2021, Ini Kata Gubsu Edy Rahmayadi
Pihak medis gini terus berupaya melakukan pressing contact dari guru dan siswa yang dinyatakan positif.
"Kita lakukan sterilisasi di sekolah yang ada siswa dan guru yang positif Covid-19 ,"tambahnya.
Sebelum kasus penularan Covid-19 dari guru ke siswa di salah satu SD di Patuk mencuat, Senin awal pekan ini, setidaknya sudah 80 persen sekolah jenjang SD-SMP di Gunungkidul melakukan KBM tatap muka.
Bahkan kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak Oktober lalu meski secara terbatas.
Bahron mengakui, pihaknya telah melakukan uji coba pertemuan berkala bagi siswa-siswi.
Pertemuan berkala di sekolah ini diharapkan mampu meretaskan masalah belajar siswa di rumah selama pandemi Covid-19 .
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru