SuaraJogja.id - Politikus senior Amien Rais membagikan anggapannya mengenai Presiden Ke-45 Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyampaikan, selama lima tahun kepemimpinan Trump, hampir setiap tahun suami Melania Trump itu merobohkan pilar-pilar demokrasi. Bahkan Presiden Ke-44 AS Barack Obama sampai menyebutkan bahwa yang ditinggalkan Trump adalah Amerika yang terpecah belah.
Mengutip pernyataan Obama, Amien menyampaikan, yang merepotkan bukanlah pecah belah pada tingkat elite para pemimpin, melainkan juga rakyatnya yang terpecah belah menjadi dua kubu berhadap-hadapan. Hal itu terjadi disebabkah oleh beberapa alasan. Pertama, karena Trump melakukan tindakan politik dengan asas supremasi untuk kulit putih.
"Di mana dia yang tidak kulit putih dianggap warga negara kelas 2," terang Amien.
Alasan kedua, Trump dinilai bukan ingin merangkul negara-negara di luar Amerika agar menjadi simpatik dan mempunyai banyak teman, tetapi justru terus melakukan tindakan yang berakibat menambah lawan, seperti negara-negara Islam yang dikategorikan sebagai negara berbahaya, sehingga Trump mengeluarkan larangan berpergian untuk negara-negara dengan mayoritas masyarakat Islam.
Apa yang dilakukan Trump, disebut Amien, bukan memperluas cakrawala dan cakupan kerja sama internasional. Trump justru terus mempersempit jangkauannya dan menyulitkan negara Amerika. Sementara saingannya, China, luar biasa membuka wacana persatuan internasional seluas mungkin, sehingga tidak ada negara yang menyatakan anti-China.
"Tidak ada presiden sebelum Trump yang memusuhi media massa," ujar Amien.
Dalam sebuah wawancara, Trump bisa langsung menuding media tersebut, mempermalukannya, menyebut anti-demokrasi dan hal-hal lainnya. Amien mengatakan bahwa Trump menghajar media habis-habisan hingga yang tidak mendukungnya dianggap sebagai lawan dan justru makin melemahkan dirinya sendiri.
Seperti kepala negara di negara berkembang, Trump menggunakan pegawai negeri, militer, pengawal nasiona,l dan tentara federal, bahkan lembaga-lembaga hukum untuk dikuasai. Trump dinilai sebagai sociopath yang menggunakan semua kekuasaannya untuk mendongkrak citra dirinya. Trump, kata Amien, menyandarkan kekuasaan bukan pada rakyat, melainkan pada korporasi.
"Jadi andalan dia itu bukan bagaimana rakyat disantuni, diperhatikan kepentingannya, diapresiasi aspirasinya, dan lain-lain," terang Amien.
Baca Juga: Sejarah Berdiri Muhammadiyah, Pernah Dipimpin Amien Rais
Ia melanjutkan bahwa yang didengarkan Trump dan dijadikan perdana menterinya adalah anggota korporasi besar yang tidak pernah mendengarkan kepentingan rakyat banyak, tetapi hanya kepentingan dari masing-masing perusahaan. Bukan hanya menghancurkan demokrasi, rasialisme juga dilakukan Trump secara terang-terangan.
Trump menganggap orang dengan warna kulit gelap dan sawo matang sebagai rakyat kelas dua. Jika diperhatikan, semua tim Trump juga merupakan warga Amerika berkulit putih. Sociopath, psycopath, dan megalomaniac adalah kelemahan dari pemimpin yang tidak ingin membuka diri untuk melihat keadilan, kata Amien.
Anggapan bahwa presiden adalah tokoh yang paling bertanggung jawab menentukan kehidupan bangsanya dinilai Amien luput dari sosok Trump. Dari sudut pandang agama Islam, Trump dinilai Amien sebagai seorang yang Mutakabbir atau sombong dan Mustakbbir atau menunjukkan kesombongannya. Di dalam Al-Qur'an, dua jenis manusia itu mendapatkan kutukan.
"Yang berhak sombong hanya Allah, yang berhak merasa besar hanya Allah," sebut Amien.
Mengutip ayat Al-Qur'an bahwa neraka adalah tempat bagi orang-orang yang sombong, serta Allah juga tidak suka dengan orang-orang yang menunjukkan kesombongannya. Dari peristiwa yang terjadi kepada Trump, Amien menilai bahwa seorang pemimpin ketika masa jabatannya habis maka sudah selesai sudah kekuasannya.
Tonton kuliah politik Amien DI SINI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh