SuaraJogja.id - Mantan Ketua MPR, Amien Rais menyampaikan pendapat pribadinya mengenai peristiwa tewasnya enam anggota ormas FPI. Ia menilai, harus dituntaskan secara menyeluruh mengenai peristiwa tersebut. Proses yang dijalankan juga harus berlangsung transparan dan meyakinkan.
Menurutnya, jika berurusan dengan nyawa manusia akibatnya bisa sangat panjang. Pendiri Partai Ummat itu ikut menyoroti peristiwa yang terjadi pada bulan Mei lalu. Yakni tewasnya seorang pria asal Amerika bernama Geroge Floyd yang berakibat pada terbentuknya demo besar-besaran oleh masyarakat.
Amien menilai, jika salah satu penyebab kekalahan Trump dalam ajang pemilihan presiden adalah karena orang-orang berkulit gelap yang dulu mendukungnya sudah pindah haluan. Dari peristiwa itu, Amien menyimpulkan jika perjuangan hak dan kebenaran bukanlah hal yang mudah. Memerlukan semangat yang terus menerus.
"Sehingga saya diberi tahu salah seorang pemikir kita, mengapa tidak diangkat satu hastag untuk kita, mungkin tidak semuanya mendukung, katakanlah namanya #muslimlivesmatter," ujar Amien.
Kehidupan orang islam di Indonesia perlu perhatian, betul-betul penanganan yang adil, jitu, egaliter dan tidak bisa dibedakan dengan kelompok lain. Amien setuju jika Presiden Jokowi mendirikan tim forensik independen untuk melakukan autopsi terhadap jasad enam orang anggota FPI yang tewas diberondong peluru.
Selanjutnya, Amien juga menyempaikan jika di Indonesia, kebencian terhadap agama Islam cukup mendalam, meluas, lumayan berakar. Fenomena Islamophobia atau takut akan agama Islam bukanlah peristiwa jaman sekarang. Menurutnya sesuai dengan yang tertulis di al-qur'an bahwa beberapa kaum membenci agam Islam hanya karena menyembah Allah.
Ada banyak ayat dalam al-qur'an yang menjelaskan sejak zaman dahulu yang hatinya benci sekali dengan orang Islam. Kepada para ulama dari semua madzhab, partai dan kelompok, Amien mengingatkan bahwa diam seribu bahasa melihat peristiwa kejahatan adalah sebuah kejahatan.
"Bahkan kalau di dunia barat ada kata-kata silence is violence. Berdiam diri, membisu adalah sebuah kejahatan," imbuhnya.
Melalui video tersebut, Amien ingin mengajak para ulama untuk mulai menyampaikan kebenaran dan hal-hal baik sebagai representasi dari umat Islam. Ia juga mengingatkan bahwa ulama tidak boleh ragu-ragu dalam menyampaikan kebenaran, sesuai yang diperintahkan oleh Allah.
Baca Juga: Amien Rais Dikawal 2 Pria Bertopi Hitam saat Nyoblos Pilkada, Ada Apa?
Dengar pendapat pribadi Amien Rais DISINI
Terakhir, Amien Rais kembali menekankan kepada Presiden Joko Widodo untuk menggunakan wewenangnya membentuk tim forensik independen. Jika peristiwa tersebut tidak dituntaskan, Amien meyakini peristiwa serupa akan terulang lagi dan lagi.
Sejak diunggah Selasa (8/12/2020), video itu sudah ditayangkan lebih dari 11 ribu kali. Ada seribu lebih orang yang menekan tanda suka dan 200 lebih lainnya memberikan komentar. Beberapa warganet mengaku salut dengan Amien yang bisa memberikan tanggapan secara tegas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dukung Transformasi Hijau, 39 Aparatur OIKN Tuntaskan Pelatihan Khusus Smart Forest City di UGM
-
Panas! Hakim Bakal Konfrontasi Harda Kiswaya dan Saksi-saksi Lain di Sidang Dana Hibah Pariwisata
-
Harda Kiswaya Bantah Bertemu Raudi Akmal Terkait Dana Hibah Pariwisata
-
Jalan Kaki, Sepeda, atau Lari 10 KM: Cara Baru ASN Jogja Ngantor Imbas Kebijakan Bebas Kendaraan
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata