SuaraJogja.id - Pelatih kepala Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti mengungkapkan bahwa skuatnya masih memiliki banyak kekurangan saat ini, terutama di sektor pertahanan dan soal penyelesaian akhir.
Itulah yang membuat Bima memfokuskan untuk memperbaiki dua aspek tersebut dalam training camp (TC) Timnas Indonesia U-16 di Sleman, Yogyakarta, yang sudah berlangsung sejak 6 Desember lalu.
"Dari awal kami berlatih di sini, selalu ada situasi pertandingan (game internal). Kami juga memfokuskan pada latihan penyelesaian akhir dan memperbaiki organisasi sektor belakang, yang mana itu masih jadi kekurangan kami," kata Bima seperti dilansir Antara.
"Kami masih punya beberapa kekurangan, namun dua aspek itu memang yang jadi perhatian utama. Kami juga berkaca dari rekaman video waktu kami beruji coba melawan Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu," ia menambahkan.
Pertandingan Timnas U-16 kontra Uni Emirat Arab digelar pada 21 dan 24 Oktober lalu. Ketika itu, Alexandro Kamuru dan kawan-kawan kalah dua kali dari tuan rumah, masing-masing dengan skor 2-3 dan 0-4.
Agar semakin mempertajam kualitas taktik, teknik dan fisik anak-anak asuhannya, Bima pun mengagendakan pertandingan internal setiap akhir pekan.
Seperti diketahui, tidak ada laga uji coba menghadapi tim luar bagi Timnas Indonesia U-16 selama TC di Sleman karena pandemi COVID-19.
"Kami selalu mengagendakan adanya internal game di setiap akhir minggu untuk melihat perkembangan fisik, kemudian taktik secara individu maupun tim, lalu dari segi taktik permainan tim. Semoga bisa lebih baik lagi. Namun, tetap yang terpenting adalah kesehatan para pemain terjaga dengan baik," tutup Bima.
Sebanyak 26 pemain mengikuti TC Timnas Indonesia U-16 di Sleman, yang masih akan berlangsung hingga 23 Desember nanti.
Baca Juga: Ironi Klub Israel yang Terkenal Anti-Arab, Sambut Pemilik Baru asal UEA
TC ini menjadi bagian persiapan dari persiapan Timnas Indonesia U-16 menuju Piala Asia U-16 2021 yang berlangsung di Bahrain.
Pada turnamen tersebut, Indonesia yang menjadi satu-satunya perwakilan ASEAN tergabung di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi dan China.
Berita Terkait
-
Bima Sakti: Saya Tidak Pikir Panjang Terima Ini
-
Kembali Melatih, Bima Sakti Resmi Jadi Nakhoda Baru Persela Lamongan
-
Piala Dunia U-17 dan 2 Poin Mati yang Jadi Indikator Kesuksesan Nova Arianto Bersama Garuda Muda
-
Perkuat Pertahanan, Dewa United Rekrut Bek Jebolan Timnas Indonesia U-16
-
Siapakah Aku? Ibuku Orang Yogya, Ayahku Belanda, Aku Hampir Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha