SuaraJogja.id - Nasib apes dialami seorang penjaga sekolah di wilayah Bantul. Pria bernama Guswandi (44) warga Dusun Jigudan Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak kehilangan sepeda seharga Rp2,3 juta saat ditinggal memasak air.
Peristiwa tersebut terjadi di SD 1 Jigudan sekitar pukul 06.30 wib, Sabtu (12/12/2020). Wandi datang ke sekolah dari rumah dan memarkirkan sepeda miliknya di halaman sekolah.
"Kejadiannya pagi-pagi ketika sekolah dalam keadaan sepi. Karena gerimis, anak sekolah dan guru belum datang juga," terang Wandi dihubungi SuaraJogja.id, Minggu (13/12/2020).
Penjaga dan juga petugas kebun ini datang untuk membersihkan sekolah. Dia juga memasak air panas untuk menyiapkan teh bagi guru-guru yang datang ke sekolah.
"Saya menyapu sekolah sesekali beristirahat, lalu kembali menyapu, saya masih melihat sepeda masih ada di halaman sekolah. Setelah itu saya baru ke dapur untuk memasak air," terangnya.
Beberapa guru dan murid sudah datang ke sekolah. Kendati demikian kondisi sekolah belum ramai.
Wandi yang teringat jika dirinya meninggalkan barang titipan guru di rumahnya, memutuskan pulang sebentar. Karena jarak sekolah ke rumahnya dekat ia ke halaman mencari sepedanya.
"Setelah sampai halaman, sepeda saya sudah hilang. Saya cari dulu di tempat parkir motor mungkin saja ada yang pinjam. Padahal selama ini sepeda yang saya letakkan di halaman selalu aman," ujar dia.
Hampir 15 menit mencari sepeda tetapi tidak ditemukan, wandi meminta izin pihak keamanan sekolah membuka rekaman cctv. Dari tayangan tersebut terlihat terduga pelaku berkaus kuning membawa pergi sepeda yang mirip milik Wandi.
Baca Juga: Soal Tingkat Partisipasi Pilkada di Tengah Pandemi, Ini Kata KPU Bantul
"Setelah melihat cctv, ternyata pukul 06.30 wib ada orang tak dikenal masuk ke halaman sekolah. Memang murid dan guru belum ramai pada waktu itu," jelas dia.
Wandi mengaku sepeda miliknya dibeli dengan harga Rp2,3 juta rupiah. Selama ini dirinya berkendara dengan sepeda itu.
"Ya sekarang paling jalan kaki jika beraktivitas. Saya berharap agar sepeda ini bisa kembali. Karena tidak semua orang punya kendaraan motor," ujar dia.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Pandak, AKP Wartono membenarkan peristiwa itu. Pihaknya masih akan menyelidiki kasus tersebut.
"Iya betul, sepeda ontel yang dicuri. Saat ini masih proses penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti seperti rekaman cctv dan juga pemeriksaan saksi-saksi," ungkap dia.
Pihaknya mengimbau kepada warga agar lebih waspada dan tak menyepelekan apalagi meninggalkan barang berharga yang sudah dianggap aman. Pasalnya jika tak berhati-hati, tindak kejahatan bisa terjadi saat kesempatan itu datang.
Tag
Berita Terkait
-
Ke Pura Jagatnatha Bantul, Tas Berisi Uang Jutaan Trinanda Digondol Maling
-
Gak Ada Akhlak, Viral Maling Curi Tas di Masjid Bogor saat Jamaah Sujud
-
Rusia Kecolongan, Radio di Pesawat Militer Rahasia Digondol Maling
-
2 Maling Tak Bisa Mengelak Telah Cabuti Tanaman Hias Senilai Rp 120 Juta
-
Rugi Rp 150 Juta, Ini Kronologi Lengkap Mobil Anji Dibobol Maling
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan