SuaraJogja.id - Studio Tactic di Padukuhan Candirejo, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik menjadi salah satu studio seni yang memilih sampah plastik sebagai media. Mengawinkan sampah dan olah seni, Studio Tactic juga mencoba mengedukasi pilah dan kelola sampah kepada warga.
Seorang pegiat Studio Tactic Lili Elserisa menjelaskan, sementara ini teman-teman seniman di Studio Tactic memilih plastik kresek sebagai media membuat beragam karya, baik karya instalasi maupun barang fungsional.
Mereka berbaur dengan kaum ibu, komunitas bank sampah dan komunitas-komunitas lain yang lebih besar, dalam berkarya.
"Untuk menghidupkan ekosistem seni itu perlu saling bantu. Kalau tidak seperti itu, kita seniman bergerak sendiri-sendiri, persoalan lingkungan tidak selesai-selesai, jadi harus barengan," kata dia, ditemui di Studio Tactic.
Bahkan menurut Lili, concern pada lingkungan hidup harus dilakukan dari segala sisi, oleh orang-orang lintas bidang, lintas masyarakat. Bahkan, pegiat studio Tactic juga dihidupkan oleh seniman beragam media.
Lili menegaskan, sebetulnya sama sekali tidak ada plastik ramah lingkungan, kecuali plastik yang terbuat dari singkong, yang sudah populer sejak beberapa waktu lalu. Itupun masih terus diteliti lebih lanjut.
"Studio Tactic lewat workshop, pameran dan kegiatan-kegiatan bersama masyarakat berusaha mencoba mentransfer rasa, mentransfer empati dan mengajak bersama-sama memikirkan hal apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah ini," terangnya.
Pengetahuan tentang sampah sejauh ini terlihat masih 'dimahalkan', 'eksklusif' dan belum menjadi kesadaran banyak orang.
Menggabungkan seni dan sampah bagi Lili menjadi cara dirinya untuk melatih indra, khususnya indra peraba.
Baca Juga: Sirekap Sempat Eror, KPU Sleman Tetap Rapat Pleno Rekapitulasi Hitung Suara
"Misalnya nih aktivitas melukis. Lukis itu kan ada cat ada kuas. Sedangkan kalau mengolah plastik ini kan kita megang langsung ya, menyentuh kulit. Jadi kalau saya sendiri sih merasa lebih berkomunikasi dengan media ini [plastik]," tutur lulusan Institut Seni Indonesia ini.
Menjadikan plastik sebagai pengganti kain, Studio Tactic telah banyak mengubah plastik kresek yang sebelumnya hanya teronggok dan dikumpulkan --tak punya nilai jual--, menjadi produk yang bernilai jual tinggi, bahkan menengah ke atas.
Paham sedang berbaur bersama masyarakat, Studio Tactic mengajak khalayak mengolah limbah plastik kresek dengan teknik sederhana, alat sederhana.
"Misalnya untuk buat totebag, pouch itu dipress dulu. Kami pakai setrika, jadi pakai benda yang ada di rumah. Kalau pakai alat yang susah-susah, malah menjauhkan kembali, padahal niat kami mendekatkan kebiasaan ini dengan masyarakat," tuturnya.
Bahan baku kresek yang digunakan untuk membuat produk-produk di Studio Tactic, berasal dari pilahan sampah yang dikumpulkan oleh tim Tactic, membeli dari bank sampah dan program Adopsi Plastik yang anggotanya lebih dari 100 orang.
"Seandainya bisa, kami akan terus bergerak sampai enggak ada lagi plastik di dunia," ujar Lili yang bergabung sejak 2018 itu.
Berita Terkait
-
Geliat Toko Kelontong Melawan Sampah: Bentuk Ekosistem Ramah Lingkungan
-
Lawan Masalah Sampah, Bukhi Lahirkan Toko Kelontong Ramah Lingkungan
-
Tetra Pak Ingatkan Gerakan Lipat Letak Lepas untuk Kelola Sampah Kemasan
-
Hoki! Mahasiswi Nemu Laptop di Tempat Sampah, Warganet: Auto Mulung
-
Kisah Dokter Gamal Albinsaid Pencetus Layanan Berobat Bayar Pakai Sampah
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma
-
Difabel Harus Kesulitan Masuk Malioboro, Pemda Bongkar Desain Regol Ayom
-
PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun hingga Semester I 2026