Cabai yang terkena hama patek di lahan persawahan yang berada di Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, Selasa (15/12/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Petani cabai lainnya, di Dusun Nglarang, Desa Tlogoadi, Mlati, Sleman, Ipul (57) menyampaikan hal sama. Hawa patek yang selalu datang ketika musim hujan masih menjadi momok untuk tanaman cabai miliknya.
"Padahal harga cabai sedang naik, tapi malah produksinya turun karena patek. Kemarin waktu panen bagus harganya yang anjlok," keluh Ipul.
Menurutnya sudah berbagai cara dilakukan untuk menanggulangi patek muncul. Namun tetap saja patek masih selalu datang dan mengurangi bahkan tak jarang menggagalkan panen cabainya.
"Sebenarnya saya perkiraan hujan baru akan turun sekitar bulan Desember ini seperti tahun kemarin tapi ternyata meleset. Ya sudah mau gimana lagi, besok rencana saya rombak," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Harga Cabai Merah di Sumut Merangkak Naik, Ini Penyebabnya
-
Nasib Petani Sulteng: Jadi Korban Salah Tembak Aparat hingga Target Teroris
-
Musim Tanam Tiba, Petani di Lebak Kesulitan Pupuk Subsidi
-
Olah Produk Pascapanen, Pendapatan Petani Kalasan Naik 200 Persen
-
Pupuk Subsidi Langka, Petani di DIY Terancam Gagal Tanam
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai