Bahkan, setiap lokasi usaha yang ingin menyelenggarakan perayaan Nataru harus mengajukan izin kepada Gugus Tugas Sleman. Bila tidak disarankan untuk dihelat, maka kegiatan yang diajukan tersebut tak boleh diselenggarakan.
Sementara untuk wisatawan, Pemkab Sleman mempersilakan wisatawan datang ke Sleman, dan Pemkab Sleman akan melayani sebaik-baiknya, tapi tidak kompromi terhadap pelaku pelanggar aturan protokol COVID-19.
Mengenai tes antigen sebelum memasuki Sleman, Sri Purnomo menyatakan siap menerapkannya, mengingat Pemkab Sleman sudah memiliki alat PCR yang bisa memunculkan hasil tes usap hanya beberapa saat setelahnya. Ia berharap suplai antigen bisa lancar.
"Dan harapannya, wisatawan yang datang dalam kondisi sehat, syukur-syukur membawa keterangan sehat, siap pakai masker, siap cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, jaga jarak. Patuhi itu. Kalau protokol kesehatan dilaksanakan, semoga kita semua sehat wal afiat," urainya.
Saat ditanya kembali soal usulan Dinas Kesehatan Sleman tentang Minggu Tenang COVID-19 pascalibur Nataru, Sri Purnomo masih belum punya jawaban pasti.
"Masih kami pelajari," kata dia.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Jelang Nataru, Penumpang Bandara Soetta Melonjak
-
Jelang Libur Panjang Nataru, Ganjar Minta Warga di Luar Jateng Tak Mudik
-
Malam Tahun Baru 2021 di Jakarta, Mal dan Kafe Buka Sampai Pukul 21.00 WIB
-
Selama Libur Nataru, Anies: Mal hingga Kafe Maksimal Buka Pukul 21.00 WIB
-
Seruan Anies Saat Nataru, Perkantoran Harus Tutup Pukul 19.00 WIB
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
-
Tiga Petani Sleman Tersambar Petir saat Berteduh di Gubuk Tengah Sawah, Dua Orang Meninggal Dunia
-
Gara-gara Ikan di Pemancingan, Warga Gunungkidul Saling Lapor ke Polisi
-
1.155 Pelanggar Terjaring di Bantul: Ini 3 Pelanggaran Paling Dominan
-
Wings Air Kembali Buka Lagi Rute Jogja-Bandung, Cek Jadwal Lengkapnya