Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 18 Desember 2020 | 13:05 WIB
Ilustrasi macet

"Pada 24 Desember 2020 diutamakan bagi yang membawa logistik, BBM, baik gas maupun cair," terangnya.

Bukan hanya memantau kemacetan dan merekayasa lalu lintas, pihaknya juga akan memantau penerapan protokol kesehatan COVID-19. Sebab, baik pemudik maupun wisatawan yang masuk ke Sleman wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Kami mengimbau baik pemudik maupun wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan. Itu wajib, tidak ada pilihan lain. Harus bermasker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. Harapannya liburan ini tidak terjadi penularan," paparnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkapkan, ada sanksi yang diatur oleh Pemkab Sleman mengenai penindakan kerumunan dan konvoi dalam merayakan Nataru, termasuk pula ancaman untuk menutup tempat usaha hotel dan kafe yang kedapatan tidak tertib protokol kesehatan COVID-19 saat menyelenggarakan perayaan Nataru.

Baca Juga: Jelang Nataru, Penumpang Bandara Soetta Melonjak

"Oh iya betul [ada ancaman ditutup], kan itu untuk keamanan dan keselamatan kita bersama," tutur dia.

Bahkan, setiap lokasi usaha yang ingin menyelenggarakan perayaan Nataru harus mengajukan izin kepada Gugus Tugas Sleman. Bila tidak disarankan untuk dihelat, maka kegiatan yang diajukan tersebut tak boleh diselenggarakan.

Sementara untuk wisatawan, Pemkab Sleman mempersilakan wisatawan datang ke Sleman, dan Pemkab Sleman akan melayani sebaik-baiknya, tapi tidak kompromi terhadap pelaku pelanggar aturan protokol COVID-19.

Mengenai tes antigen sebelum memasuki Sleman, Sri Purnomo menyatakan siap menerapkannya, mengingat Pemkab Sleman sudah memiliki alat PCR yang bisa memunculkan hasil tes usap hanya beberapa saat setelahnya. Ia berharap suplai antigen bisa lancar.

"Dan harapannya, wisatawan yang datang dalam kondisi sehat, syukur-syukur membawa keterangan sehat, siap pakai masker, siap cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, jaga jarak. Patuhi itu. Kalau protokol kesehatan dilaksanakan, semoga kita semua sehat wal afiat," urainya.

Baca Juga: Jelang Libur Panjang Nataru, Ganjar Minta Warga di Luar Jateng Tak Mudik

Saat ditanya kembali soal usulan Dinas Kesehatan Sleman tentang Minggu Tenang COVID-19 pascalibur Nataru, Sri Purnomo masih belum punya jawaban pasti.

Load More