Suasana area tes cepat antigen di Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta, Selasa (22/12/2020) - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
"Saya mau ke Pemalang, mau nengok nenek, tapi memang belum tahu kalau harus rapid test antigen, hanya tahu rapid test antibodi saja," kata Arofa.
Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini menyampaikan bahwa ia sudah membeli tiket keberangkatan yang dijadwalkan pada tanggal 24 Desember 2020 mendatang. Saat ini ia masih terus mencari informasi dan mencoba mendaftar tes cepat antigen di stasiun.
"Mau di sini aja rapid-nya walaupun ramai. Soalnya harga lebih terjangkau, kalau di tempat lain infonya bisa lebih mahal," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Wali Kota Batu Membantah Pemberlakukan Rapid Antigen
-
Tak Tahu Ada Aturan Rapid Test, Anggi Bingung Saat Tiba di Stasiun Tugu
-
Penumpang Pesawat Rapid Test Antigen Ngamuk: Dikira Duit Datang dari Langit
-
7 Lokasi Rapid Test Antigen di Bandara Soekarno-Hatta
-
Antre Rapid Test Antigen, Calon Penumpang di Bandara Hang Nadim Membludak
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah