SuaraJogja.id - Penyanyi Soimah Pancawati meradang begitu mengetahui namanya dicatut dalam program giveaway abal-abal di Facebook.
Di Instagram, Senin (28/12/2020), pesinden yang berdomisili di Bantul itu mengunggah tangkapan layar siaran langsung unggahan giveaway itu.
Pada unggahan di Facebook itu, terlihat wajah Soimah sedang memegang piring, disertai caption bertuliskan, "500 Orang pertama yang berhasil menebak Angka dengan benar akan mendapatkan UANG tunai 500.000 ribu rupiah dari saya. Lakukan sekarang semoga kamu beruntung."
Merasa tak pernah membuat program giveaway semacam itu, Soimah memperingatkan warganet untuk tak mudah percaya dengan unggahan di media sosial seperti yang tangkapan layarnya ia bagikan tersebut.
"Halo gaes, jangan mudah percaya kalo ada akun abal2 yg meng atas namakan saya, sy gak pernah bikin2 give away apalagi yg katanya live, kebetulan saudara sy dan teman sy iseng2 mantau dan kroscek ke saya," ungkapnya di Instagram.
Ia turut meluapkan emosinya melalui unggahan tersebut. Saking kesalnya, perempuan kelahiran Pati ini menyertakan kalimat makian untuk si pemilik akun Facebook yang mencatut namanya.
"Heii ... akun goblok, jgn menjadi penipu pake nama orang ya, nanti kamu bakalan kena karma di tipu sama orang lho," tulis pengguna akun @showimah itu.
Di akhir caption, Soimah kembali mengingatkan bahwa selama ini dirinya tak pernah membuat program giveaway, sehingga ia tak mau berurusan dengan siapa pun yang terlibat dalam penipuan modus giveaway itu.
"Untuk teman2 yg budiman sekali jgn pernah percaya, seumur hidup sy gak pernah bikin2 gituan di media manapun, jd kalo ada akun atas nama sy bikin give away, itu jelas palsuuu, karna sy sdh meng informasikan ini, jadi kalo ada apa2 tanggung sendiri resikonya ya," tutupnya.
Baca Juga: Soimah: Seumur Hidup Saya Nggak Pernah Bikin-bikin Gituan
Berita Terkait
-
Soimah: Seumur Hidup Saya Nggak Pernah Bikin-bikin Gituan
-
Namanya Dicatut Penipuan Give Away, Soimah Ngamuk Sampai Maki-maki
-
Soimah Ngamuk Namanya Dicatut Penipuan Give Away, Sampai Ngomong Kasar
-
Modus Proyek Fiktif Ratusan Juta, PNS Pemprov Kepri Dicokok Polisi
-
Dokter Gadungan Jual Obat COVID-19, Ternyata Lulusan SD
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
JPU Ungkap Fakta Dugaan Anak Ditenggelamkan dalam Kasus Little Aresha
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar GSM Bertema "Noesantara 45" Sambut HUT ke-81 RI
-
13 Terdakwa Little Aresha Akhirnya Disidang, Orang Tua Korban Desak 4 Pelaku Lain Diproses Hukum