SuaraJogja.id - Suasana sejumlah lokasi peringatan malam tahun baru 2021 di Kabupaten Bantul sangat berbeda dengan malam tahun baru sebelumnya. Seperti yang terjadi di Pasar Seni Gabusan, lokasi yang sebelumnya menjadi jujugan warga Projotamansari merayakan tahun baru, kali ini sangat sepi.
Sejak pukul 23.00 wib tak banyak warga berkumpul di Pasar Seni Gabusan hanya ada para pedagang yang membuka usaha namun tak banyak pengunjung yang datang.
Disamping hujan yang terjadi malam itu, imbauan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul untuk tak merayakan malam tahun baru dengan berkerumun menjadi faktor lokasi menjadi sepi.
Salah seorang pedagang, Rumiyati (43) mengatakan bahwa dirinya berharap bisa mendatangkan banyak pendapatan di Pasar Seni Gabusan pada malam tahun baru.
"Ternyata pembeli sedikit sekali. Perkiraannya bisa banyak yang datang, tapi karena hujan juga jadi sedikit yang ke sini," keluh dia ditemui di Pasar Seni Gabusan, Kamis (31/12/2020).
Ia mengatakan jika tahun lalu, perayaan malam tahun baru sangat padat. Bahkan akses jalan sampai macet.
"Dulu sangat ramai sekali di sini, tiap malam tahun baru warga banyak berkumpul. Saat ini ya pasrah saja, keadaannya juga bahaya jika terjadi kerumunan," kata dia.
Pukul 23.30 tidak banyak warga yang berkumpul di Pasar Seni Gabusan. Pedagang satu demi satu menutup lapak dan memutuskan pulang.
Terpisah, Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menjelaskan bahwa ada beberapa lokasi yang disasar saat pergantian malam tahun baru 2021. Pertama Taman Paseban, Pasar Seni Gabusan dan Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS).
Baca Juga: Diguyur Hujan Semalaman, Lima Lokasi di Bantul Alami Bencana Tanah Longsor
"Jika nantinya ada kerumunan kami akan bubarkan. Hal itu untuk mencegah potensi penyebaran virus Covid-19," kata Yulius.
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran