SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih melihat ada kerumunan di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer pada malam pergantian tahun. Hal ini menyusul tidak ada penutupan secara total untuk kawasan-kawasan tersebut.
Hal tersebut diakui oleh Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (1/1/2021). Menurutnya dari hasil pantauan pada malam tahun baru memang masih terlihat adanya kerumunan di beberapa titik-titik kawasan tersebut.
"Memang masih ada kerumunan tapi kalau kami lihat lalu dibandingkan dengan tahun lalu atau bahkan dengan hari biasa saja kerumunan itu jauh lebih menurun," ujar Heroe.
Heroe tidak menampik bahwa Malioboro menjadi kawasan yang memiliki daya tarik tersediri bagi wisatawan. Hal itu terlihat dari wisatawan yang berkunjung ke Malioboro pada malam pergantian tahun.
Kendati begitu, Heroe menyebut telah bekerja sama dengan beberapa pihak terkait melakukan pengamanan sepanjang malam. Beberapa unsur mulai dari Polri, TNI, Satpol-PP hingga Linmas turut dikerahkan untuk mengantisipasi adanya kerumunan yang lebih besar.
Selain itu Pemkot Jogja telah menambah tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipatif menghadapai potensi lonjakan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.
Heroe mengatakan antisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 pasca pergantian tahun memang sudah dipersiapkan sejak awal Desember lalu. Disebutkan penambahan tempat tidur perawatan itu akan tersebar di tujuh rumah sakit yang ada di Kota Jogja. Total penambahannya sendiri mencapai 98 tempat tidur.
“Sudah kita koordinasikan dengan 7 rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut untuk tambahan 98 unit. Dari total itu sebanyak 28 unit sudah bisa difungsikan,” cetusnya.
Heroe menyebut bahwa penambahan ini sebagai wujud kesiapsiagaan Pemkot Jogja untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus yang sangat dimungkinkan terjadi. Diakui Heroe jumlah tempat tidur yang tersedia memang terus berkurang.
Baca Juga: Kerumunan di Malioboro, Warga Jogja Kecewa dengan Wara-Wara Pemerintah
Kondisi tersebut mencakup tempat tidur secara keseluruhan baik untuk pasien kritikal maupun non kritikal. Disebutkan bahwa kapasitas total keseluruhan tempat tidur di Kota Jogja sebanyak 128 unit dengan 18 unit digunakan untuk merawat pasien kritikal.
"Kapasitas untuk kamar non kritikal sudah terisi 73 persen. Kalau kritikal sudah 80 persen terisi. Kalau dari tambahan masih ada 70 kamar cadangan," tuturnya.
Heroe memastikan, tempat tidur beserta kamar tambahan di beberapa rumah sakit ini telah memenuhi standar penanganan Covid-19 secara keseluruhan. Selain itu, kata Heroe, penambahan ini juga sudah mempertimbangkan tenaga kesehatan yang ada.
Berita Terkait
-
4 Jam Menuju Tahun Baru, Kawasan Tugu dan Malioboro Masih Sepi Pengunjung
-
Jelang Malam Tahun Baru, Tugu Hingga Malioboro Disemprot Disinfektan
-
Pemkot Izinkan Tahun Baru di Malioboro, Warganet: Memori Sebelum Positif?
-
Pemkot Ngotot Buka Malioboro, DPRD DIY Minta Halaman Balkot Jadi Selter
-
Tempat Nongkrong di Malioboro Dipagari dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah