SuaraJogja.id - Pengacara, Ruhut Sitompul sempat membuat beberapa warganet geram lantaran cuitannya yang diduga menghina Aktivis HAM , Natalius Pigai. Sebelumnya, Natalius mengaku tidak setuju dengan ucapan selamat natal yang disampaikan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Cuitan tersebut lantas dikomentari oleh Ruhut yang kemudian diduga melakukan penghinaan kepada Natalius.
Ruhut menyebutkan, jika ia sebagai umat Kristiani merasa malas memberikan ucapan selamat natal kepada Natalius. Sebab, pria asal papua tersebut hanyalah orang yang asal bunyi saja. Bahkan, Ruhut juga menyebutkan jika kaca saja takut untuk melihat ketampanan Natalius. Ucapan terakhir Ruhut dalam cuitannya tersebut yang dinilai menghina fisik Natalius.
Namun, meski diduga sudah dihina secara fisik oleh Ruhut, Natalius justru memberikan pesan yang manis di awal tahun 2021 kemarin. Sampaikan salam selamat tahun baru, Natalius juga mendoakana agar Ruhut, anak-anaknya, orangtuanya, suku dan semua orang merasa damai serta berbahagia. Ia juga menyelipkan lagu untuk Ruhut.
"Untuk Kakandaku Ruhut Sitompul. Kami Kirimkan Salam Tahun Baru 2021. Damailah dirimu, anak-anakmu, Bapa/Ibumu, Sukumu dan pada semua orang. Ada harapan untuk berbahagia dan membangun peradabaan literasi & kasih sayang pada sesama manusia sesuai lagu ini 'morning happiness'," tulis Natalius dalam cuitannya.
Natalius berharap agar Ruhut bisa berbahagia menyambut tahun baru 2021 untuk membangun peradaban literasi dan kasih sayang pada sesama manusia. Sejak diunggah Kamis (31/12/2020), cuitan Natalius tersebut sudah disukai lebih dari 2000 pengguna Twitter. Ada 400 lebih yang membagikan ulang dan 200 lainnya ikut berkomentar.
Banyak warganet yang merasa salut dengan Natalius. Sebab, meskipun sudah dihina secara fisik dan diejek oleh pemain sinetron tersebut. Namun, Natalius masih berbesar hati untuk memberikan harapan dan doa yang baik untuk Ruhut. Sikap Natalius itu yang lantas disorot oleh warganet sebagai pelajaran untuk memperlakukan orang yang tidak menyukai kita.
"Sebagai anak Timur (Melanesia) saya merasa tersinggung atas pernyataan ruhut terhadap kakanda @NataliusPigai2. Kami siap jika dibutuhkan bantuan kami kakandaku @NataliusPigai2 Hinaan itu menyakitkan hati kami," tulis akun @lessy_yusran.
"Orang ini tak akan berubah sampai akhir hayatnya pak. Nuraninya telah mati duluan sebelum raganya," komentar akun @LegoshM.
"Luar biasa keluasan hati bung @NataliusPigai2 Dalam membangun peradaban bangsa diperlukan pribadi pribadi seperti anda. Bang @ruhutsitompul beruntung anda! statemen anda dibalas dengan kedamaian bukan lewat jalur hukum," tanggapan akun @mohamad_bagir.
Baca Juga: Nyai Dewi Tanjung: Natalius Pigai Kadrun Kristen
Sementara akun @Harys53748570 menyampaikan, "Kedewasaan seseorang dilihat dari sikapnya ketika dia mendapatkan hal buruk dari orang lain. Salut pak Pigai masih bersikap, biarkan saja mereka terus menebar benci kita tetap menebar senyum."
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan