SuaraJogja.id - Apes, itulah yang dialami oleh PJY (40) warga Kapanewonan Karangmojo Gunungkidul. Pria berkepala plonthos ini nyaris menjadi bulan-bulanan massa usai tertangkap basah saat berusaha mencuri kotak amal di sebuah Masjid, Padukuhan Tenggaran, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Jumat (1/1/2020) pagi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB, PJY tiba di masjid tersebut. Warga tidak menaruh curiga karena menduga pria tersebut mampir ke masjid untuk sekadar buang hajat atau beristirahat.
Namun sekitar pukul 08.00 WIB, warga mendengar alarm kotak infaq di masjid tersebut menyala. Warga yang mendengar suara alarm tersebut lantas berbondong-bondong mendatangi masjid tersebut. Saat mereka datang, PJY berusaha melarikan diri.
Warga pun memburu lelaki berkepala plontos dan berbadan agak kekar tersebut. Selang beberapa saat kemudian, warga berhasil mengamankan pria tersebut. Warga yang geram tersebut lantas berusaha menghakimi lelaki plontos ini.
Namun tokoh masyarakat setempat berhasil mengendalikan emosi warga. Mereka kemudian menginterograsi lelaki tersebut dan di hadapan warga, PJY mengakui jika dirinya berusaha membongkar kotak infaq yang berada di masjid tersebut.
Warga lantas menggelandang lelaki plontos tersebut ke Mapolsek Karangmojo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kini lelaki tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Karangmojo.
Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Iptu Pudjijono ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. PJY memang berusaha membobol kotak infaq di masjid tersebut. Namun niat PJY membobol kotak infaq belum jadi dilakukan karena keburu kepergok warga.
"Warga tahu ada upaya pembobolan kotak infaq karena dipasangi alarm. Kalau kotak infaq dibongkar paksa, otomatis berbunyi,"ujar Pudjijono, Jumat (1/1/2020) sore ketika dikonfirmasi ke nomor pribadinya.
Dalam pemeriksaan sementara, PJY memang beberapa kali melakukan pencurian termasuk membobol kotak infaq. PJY ternyata adalah residivis kasus pencurian dan belum lama keluar dari LP Wates Kulonprogo.
Baca Juga: Tak Terpengaruh Pandemi, Gunungkidul Dibanjiri 1,8 Juta Wisatawan di 2020
Anggota Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia. Agus Andeswa mengungkapkan Takmir Masjid tersebut memang memasang alarm pengaman di Kotak Infaq untuk mengantisipasi pencurian. Karena beberapa kali Kotak Infaq masjid di wilayah tersebut menjadi sasaran pencurian.
"Sebelumnya kejadian pencurian yang menyasar Masjid seringkali terjadi di wilayah Kalurahan Gedangrejo. Kemudian beberapa Masjid sempat menjadi sasaran pencuri, sebuah Ampli dan kotak amal raib hilang digasak maling, beberapa waktu lalu" lanjutnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air