SuaraJogja.id - Kondisi pandemi Covid-19 nyatanya tidak begitu berdampak pada kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada liburan pergantian tahun kemarin. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kunjungan pada liburan akhir tahun dibandingkan dengan libur Natal 2020 sebelumnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suci Iriani Sinuraya menuturkan bahwa walaupun tidak begitu signifikan, tetapi peningkatan kunjungan wisatawan tetap dirasakan. Jika pada libur Natal jumlah kunjungan hanya sebanyak 19.066 wisatawan, saat liburan pergantian tahun bertambah menjadi 21.068 wisatawan.
"Jumlah itu kunjungan dari 11 destinasi pariwisata teratas yang ada di wilayah Kabupaten Sleman," kata Suci saat dikonfirmasi awak media, Selasa (5/1/2021).
Suci menyebutkan, jumlah kunjungan pada dua libur panjang di penghujung tahun tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan masa liburan sebelumnya. Di antaranya jumlah kunjungan yang tercatat pada liburan Maulid Nabi pada Oktober lalu hingga menembus angka 42.808 wisatawan.
Dari jumlah kunjungan itu, Dinas Pariwisata kemudian memetakan beberapa destinasi wisata utama yang menjadi magnet bagi para wisatawan. Hasilnya, ada empat destinasi utama yang menjadi pilihan wisatawan selama liburan tersebut, yakni Tebing Breksi, Kaliurang, Kaliadem, dan Jogja Exotarium.
"Empat destinasi wisata itu mendapat rata-rata kunjungan hingga sekitar 81% dari total kunjungan pada masa libur panjang di penghujung tahun tersebut," ucapnya.
Disampaikan Suci, selain empat destinasi itu, masih ada destinasi favorit lain selama libur akhir tahun 2020: Agrowisata Bhumi Merapi, Monumen Jogja Kembali, Gardu Pandang Kaliurang, Candi Sambisari, hingga Candi Ijo.
"Wisata alam masih menjadi pilihan utama bagi para wisatawan," cetusnya.
Ditambahkan Suci, berdasarkan pantauan yang dilakukan petugas Dinas Pariwisata Sleman, penerapan protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik. Tidak hanya wisatawan yang tetap menerapkan protokol kesehatan, tetapi juga pengelola destinasi wisata.
Baca Juga: Akumulasi Pilkada dan Libur Nataru, Kasus Corona Bisa Meroket 40 Persen
Selain menerapkan protokol kesehatan -- seperti cuci tangan baik pada pintu masuk maupun di dalam destinasi, memakai masker, hingga cek suhu, Destinasi wisata di Sleman pun tetap mematuhi jam operasional yang ditetapkan dalam SE Dinas Pariwisata Sleman No.443/2592 dan SE Bupati Sleman No. 440/02875 tentang Penyesuaian Kegiatan dalam Pencegahan Penyebaran Covid 19 Selama Libur Cuti Bersama Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo berharap, tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 pascalibur Natal dan tahun baru. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Sleman juga sudah melakukan pembatasan jam operasional pada seluruh objek wisata.
"Jam operasional sudah diatur, maksimal tutup pada pukul 18.00 WIB pada tanggal 31 Desember 2020 kemarin. Mudah-mudahan langkah itu bisa menekan lonjakan penambahan kasus Covid-19," kata Joko.
Kendati begitu, pihaknya juga tetap melakukan antisipasi dengan terus mengupayakan penambahan tempat tidur perawatan untuk pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan.
Penambahan tempat tidur sendiri ditargetkan mencapai 30 sampai dengan 40 persen.
"Intinya kami terus memastikan kesiapan RS untuk menambah tempat tidur pasien Covid-19 sebanyak 30 sampai dengan 40 persen. Kami terus koordinasi dengan RS," tandasnya.
Berita Terkait
-
Akumulasi Pilkada dan Libur Nataru, Kasus Corona Bisa Meroket 40 Persen
-
Dampak Pandemi, Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Cuma 3,8 Juta
-
Tahun 2020, Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Tak Sampai 4 Juta
-
Sampah Berserakan di Pantai Parangtritis, Wisatawan Mengaku Tak Nyaman
-
Usai Nataru, Pasien Terpapar Covid 19 Dipastikan Naik Lagi
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit