SuaraJogja.id - Pemerintah tengah mempersiapkan untuk pelantikan Kapolri Baru. Pasalnya Jenderal Polisi Idham Azis yang telah menjabat sejak 1 November 2019, tersebut akan pensiun pada awal tahun 2021 ini. Salah satu nama yang banyak disebutkan sebagai calon Kapolri baru adalah Komjen Listyo Sigit. Menteri KoordinatoR Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD sendiri menyampaikan jika salah satu janji Listyo mendapatkan sambutan meriah.
Melalui cuitannya di akun Twitter @mohmahfudmd, sarjana Fakultas Hukum UGM ini menyampaikan jika salah satu janji calon Kapolri Komjen Listyo Sigit ada yang tidak banyak diberitakan. Namun, janji tersebut mendapatkan tepukan meriah di Komisi III DPR Rabu (20/1/2021). Listyo berjanji jika ada pejabat polri yang terlibat kejahatan seperti bandar atau pengedar narkoba maka akan dipecat dan dipidanakan.
"Salah satu janji calon Kapolri Komjen Listyo Sigit yang tidak banyak diberitakan tapi mendapat tepukan meriah di Komisi III DPR (20/1/2021) adalah 'Jika ada anggota atau pejabat Polri yang terlibat kejahatan seperti bandar atau pengedar narkoba maka akan dipecat dan dipidanakan.' Ini penting," tulis Mahfud.
Menurutnya, meskipun tidak ramai diberitakan namun janji Komjen Listyo tersebut penting. Sejak diunggah Kamis (21/1/2021), cuitan tersebut sudah disukai lebih dari 2000 pengguna Twitter dan 500 lainnya ikut membagikan ulang. Tidak sedikit juga yang memberikan tanggapan dengan kutipan atau komentar. Salah satunya yang ikut mengutip cuitan Mahfud adalah seniman Sudjiwo Tedjo.
Sudjiwo Tedjo mengusulkan agar calon kapolri yang baru diperintahkan untuk melarang istilah "kadrun" dan "cebong" serta seluruh ungkapan sejenis yang memperkokoh adanya kubu di antara masyarakat. Meski hal tersebut terlihat remeh namun menuru Sudjiwo hal itu justru essensial dengan sila ke 3 pancasila. Yakni, persatuan Indonesia.
Sejak diunggah, usul dari Sudjiwo ini sudah disukai 200 lebih pengguna Twitter. Ada puluhan lainnya yang ikut membagikan ulang. Sedangkan di kolom komentar tidak sedikit juga warganet yang ikut memberikan tanggapan. Sama seperti Sudjiwo, mereka juga menyuarakan pendapatnya mengenai pelantikan Kapolri baru sebagai pimpinan salah satu lembaga keamanan di Indonesia.
"Mbah Kapolri baru ini jauh lebih paham pendekatan harmonis daripada Mahfud. Mudah-mudahan Mahfud juga mau menyisihkan waktu lagi untuk membedah kitab kitab kuning," tulis akun @Matt****.
"Kalau dilarang khawatir beliau direshuffle Mbah, tapi semoga aja bisa," komentar akun @dimas****.
"Nanti begitu 'dilarang', marah lagi. Baru dilantik udah larang-larang, mana ada pasal yang bisa dipakai untuk itu, kena lagi kapolrinya, jangan lupa kapolri baru ini udah punya 1 'dosa', Minoritas," tanggapan akun @kalong****.
Baca Juga: Ambil Keputusan Soal Calon Kapolri, DPR Gelar Paripurna Siang Ini
Sementara akun @dedii***** menyampaikan, "Katanya budaya punya kesan. Label begitu juga produk budaya to? Budaya olok-olokan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik