- Hingga Selasa (10/2/2026), 4.261 peserta PBI JK Kota Yogyakarta telah mengajukan permohonan reaktivasi kepesertaan di MPP.
- Dinkes Kota Yogyakarta memprioritaskan reaktivasi bagi peserta dengan kebutuhan kesehatan rutin atau mendesak seperti berobat rutin.
- Dinkes menyediakan delapan konter layanan dengan kuota 300 pemohon per hari, sementara pengajuan via JSS dan WA tidak dibatasi.
SuaraJogja.id - Permohonan reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kota Yogyakarta terus membludak. Hingga Selasa (10/2/2026) sore, jumlah reaktivasi telah mencapai 4.261 peserta di Mall Pelayanan Publik (MPP).
Sementara itu, setiap harinya rata-rata sekitar 300 permohonan diproses. Selain itu sekitar 150 pengajuan melalui Jogja Smart Service (JSS) dan WhatsApp (WA).
"Hari ini kami buka kuota sekitar 300 lagi," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Waryono di Yogyakaarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut Waryono, masih banyak warga mengajukan pengaktifan ulang agar bisa kembali mengakses layanan kesehatan, terutama mereka yang memiliki kebutuhan pengobatan rutin dan mendesak.
Dari 21.874 peserta PBI JK yang dinonaktifkan di Kota Yogyakarta, sebagian besar yang datang mengajukan reaktivasi adalah warga yang benar-benar membutuhkan layanan kesehatan dalam waktu dekat.
Sebagian besar pemohon pun merupakan pasien yang rutin berobat sehingga mereka langsung menyadari ketika status kepesertaan tidak aktif. Karenanya Dinkes memprioritaskan pasien rentan dan mereka yang harus periksa rutin.
"Yang hadir ini umumnya memang yang punya urgensi. Jadi kita dahulukan yang berobat langsung, yang butuh rujukan kontrol, kemudian pasien hemodialisa, terapi, kemoterapi, itu yang kita prioritaskan.Ada yang besok pagi sudah harus kontrol atau terapi, jadi hari ini harus aktif. Itu yang kita percepat," jelasnya.
Selain pasien hemodialisa (HD) dan kemoterapi, warga yang sudah memiliki jadwal operasi juga menjadi prioritas. Dinkes meminta bukti jadwal tindakan medis untuk mempercepat proses pengaktifan.
"Kalau sudah ada jadwal operasi hari apa, itu bisa kita dahulukan. Prinsipnya kita cover dulu yang urgensinya tinggi," paparnya.
Baca Juga: Pemkab Sleman Raih Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan
Terkait durasi reaktivasi, Waryono mengatakan secara teknis pengaktifan bisa dilakukan dalam waktu sekitar satu jam. Warga cukup melenglapi data dan masuk ke sistem BPJS Kesehatan.
"Kalau prosesnya sudah masuk, paling cepat satu jam sudah bisa digunakan. Yang agak lama itu input data, karena tidak semua warga punya data digital, banyak yang masih bawa berkas fisik," jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan, Dinkes membuka delapan konter layanan di MPP. Kuota pelayanan dibatasi minimal 300 orang per hari agar proses tidak menumpuk dan tetap terkendali.
Waryono memastikan kuota tidak akan dikurangi meskipun mendekati Ramadan dan terjadi penyesuaian jam layanan. Selain datang langsung, warga juga bisa mengajukan melalui JSS maupun WhatsApp tanpa batasan kuota.
"Kalau lewat JSS lebih mudah karena datanya sudah digital. Tidak kita batasi kuotanya," ujarnya.
Dinkes juga memberikan kemudahan bagi warga lanjut usia (lansia) atau pasien yang tidak memungkinkan datang langsung. Proses reaktivasi dapat diwakilkan oleh anggota keluarga maupun pengurus kampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
One Kampung One Product, Kunci Sukses Banyuanyar Jadi Desa Percontohan
-
Permudah Akses Uang Tunai, BRI dan GoPay Luncurkan Layanan Cardless Withdrawal
-
Eks Bupati Sleman Sri Purnomo: Jangan Sampai Menghukum Orang yang Tak Berdosa
-
Wacana WFA ASN untuk Efisiensi BBM Mengemuka, Pemda DIY Pertanyakan Efektivitas Kerja