SuaraJogja.id - Akun Twitter @kgblgnunfaedh membagikan potret perjuangan seorang pria yang tengah melakukan pekerjaannya. Menjalankan aksi berbahaya tanpa menggunakan alat pengaman yang memadai, perjuangan pria ini membuat warganet terharu. Mereka teringat dengan perjuangan seorang ayah dalam mencari rezeki untuk anak-anaknya.
Dalam foto yang dibagikan, terlihat seorang pria yang berdiri di sela-sela tangga lipat. Ia tampak tengah membenarkan lampu gantung di sebuah rumah. Tanpa menggunakan alat pengaman tambahan, pria ini seolah menantang maut berdiri di sela-sela tangga yang hanya disenderkan ke tembok.
"Sedih gue lihatnya. Ini perjuangan seorang ayah nyari rezeki buat anaknya," tulis akun @kgblgnunfaedh dalam cuitannya.
Pria tersebut membetulkan lampu gantung di sebuah rumah mewah bertingkat. Nampak, ia hanya mengenakan pakaian biasa berupa kaos, celana jeans, dan sandal. Kakinya terbuka lebar bertumpu di kedua sisi tangga yang ujungnya disandarkan ke tembok dan ujung lainnya bergantung di pembatas kaca.
Baca Juga: Viral! Ibu-ibu Menangis Dicampakkan Suami, Gegara Tak Kerja Selama Corona
Aksi pria tersebut dinilai sangat berbahaya, karena jika tangga tersebut tergeser sedikit saja, bisa membuatnya terjatuh ke lantai dasar. Sekilas terlihat di bagian bawah rumah tersebut banyak barang-barang perabotan rumah tangga serupa lemari, meja dan kursi. Potret tersebut juga seolah menjadi simbol perjuangan seorang ayah.
Sejak diunggah Selasa (26/1/2021), cuitan tersebut sudah disukai lebih dari 16 ribu kali. Ada seribu pengguna Twitter yang membagikan ulang cuitan tersebut. Tidak sedikit yang ikut memberikan komentar. Warganet ikut sedih melihat pemandangan itu karena mengingatkannya dengan perjuangan seorang ayah untuk anak-anaknya dalam mencari uang.
"Gak paham awalnya kok dia bisa berdiri gitu terus ku amati serem juga anj** sehat-sehat terus para ayah pejuang rezeki," tulis akun @kecaduan******.
"Ini rame dibahas di grup listrik, bapak ini terlalu ambil resiko, tidak mengutamakan safety, padahal bayarannya gak bakal cukup untuk pengobatan jika terjadi kecelakaan kerja," komentar akun @Nel*****.
"Ngerti sedih kenapa difotoin coba, bukannya dibantuin, jangan bilang lu pemilik rumahnya," tanggapan akun @Pangeran******.
Baca Juga: Curi Uang Rp 60 Juta Bareng Ibu, Wanita Hamil Diciduk Polisi Bukittinggi
Sementara akun @pengaw***** mengatakan, "Kaki udah gemeter banget itu, yang berdiri di tangga aja kadang masih gemeteran, apalagi kayak gitu."
Berita Terkait
-
Ditinggal ART Mudik, Menteri Kehutanan Raja Juli Ambil 'Tugas' Menyapu dan Ngepel Rumah
-
Minat Kerja Jadi ART Infal Lebaran Naik 48 Persen, Tapi Kok Permintaan Malah Turun?
-
Kreatif dan Mandiri: Panduan Praktis Bisnis Keluarga untuk Ibu Rumah Tangga
-
Ekonomi Lesu? Permintaan ART Infal di Jabodetabek Menurun
-
Bolehkah Orang Tua Memanfaatkan Uang THR Anak? Ini Aturan dan Batasan Menurut Islam
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi