SuaraJogja.id - Kasto Guyeng (65) warga Padukuhan Serpeng Kidul Rt 01/26 Desa Pacarejo, Kapewonan Semanu Gunungkidul ditemukan tewas tenggelam di dasar Telaga Serpeng, telaga yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya, Selasa (2/2/2021) siang.
Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan menyebutkan, Selasa siang sekitar pukul 10.30 WIB, sejumlah pemuda terlihat hendak memancing di telaga tersebut. Kebetulan telaga Serpeng memang menjadi idola para pecinta memancing untuk menyalurkan hobinya.
"Nah anak-anak itu sedang mencari spot yang pas untuk memancing,"ujar Dukuh Serpeng, Kirdi, Selasa (2/1/2021).
Saat berkeliling mencari titik memancing yang bagus, mereka melihat ada keranjang pakan yang telah terisi, dan seonggok pakaian. Namun setelah mereka cek tidak ada siapapun yang terlihat beraktivitas seperti mandi ataupun memandikan ternaknya.
Karena curiga, para pemuda ini lantas berupaya melakukan pencarian. Beberapa di antara mereka mencoba mencebur ke dalam air. Dan benar dugaan mereka, setelah beberapa saat melakukan pencarian mereka menemukan tubuh Mbah Kasto tenggelam di dasar telaga sedalam 2 meter.
"Saat ditemukan katanya masih bernapas,"papar Kirdi.
Mereka kemudian membawa tubuh mbah Kasto ke pinggir telaga untuk dilarikan ke rumah sakit. Namun ketika sampai ke tepi telaga, Mbah Kasto ternyata sudah meninggal. Peristiwa tersebut lantas dilaporkan ke tokoh masyarakat setempat dan diteruskan ke Mapolsek Wonosari.
Kapolsek Wonosari, AKP Ahmad Fauzi Mulyono mengatakan, usai mendapat laporan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Bersama petugas Puskesmas, pihaknya melakukan pemeriksaan jasad Mbah Kasto. Dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
"Korban murni meninggal karena kecelakaan,"terangnya.
Baca Juga: Meninggal Saat Berlayar, Jenazah TKI Taiwan Dimakamkan di Gunungkidul
Fauzi menambahkan, sebelumnya korban beraktifitas seperti biasa mencari rumput di tegalan dan sehabis mencari rumput seperti biasanya korban mandi di pinggir telogo serpeng. Namun karena kondisi telogo yang dalam kurang lebih 2 meter setelah terisi air hujan.
Korban tidak menyadari kondisi tersebut dan tetap mandi dengan cara menceburkan diri ke telaga. Diperkirakan korban kram karena kecapekan hingga akhirnya tak terselamatkan.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha