SuaraJogja.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis harus menunda kembali mendapatkan vaksin Sinovac lantaran tekanan darah yang tinggi. Sebelumnya, Helmi menjadi pejabat pertama yang menerima vaksin pada launching di RSUD Panembahan Senopati, Kamis (28/1/2021).
Tensi darahnya dipastikan tinggi setelah mengecek di Puskesmas Kretek dalam rangka pemantauan dan pengecekan vaksinasi di sejumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, Rabu (3/2/2021).
"Kebetulan tekanan darah saya belum stabil dan belum layak mendapatkan vaksin karena masih tinggi ya. Tapi saya berusaha semaksimal mungkin bisa menurunkan tekanan darah saya," ujar Helmi ditemui SuaraJogja.id di Puskesmas Kretek, Rabu.
Ia menuturkan, tekanan darahnya saat dicek di Puskesmas Kretek menunjukkan angka 150 mmHg. Sementara normalnya berada di angka 140 mmHg.
"Waktu pertama kali vaksin, tensi darah saya 170, tadi saat di cek tekanannya mencapai 150, batas normalnya kan 140. Jadi hari ini belum bisa divaksin," terang dia.
Sesuai jadwal vaksinasi, Helmi bersama dua pejabat yang tertunda mendapat vaksin yakni Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko dan Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Nur Asiah akan kembali divaksin Kamis (4/1/2021) di RSUD Panembahan Senopati.
Pemantauan vaksinasi di Puskesmas Kretek dihadiri Forkompimda Kabupaten Bantul. Turut hadir Bupati Bantul, Soeharsono, Dandim 0729/Bantul Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Wakapolres Bantul, Kompol Noer Alam serta Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo.
Kepala Puskesmas Kretek, Kiki Yuni Astuti menjelaskan terdapat 62 sasaran tenaga kesehatan (nakes) yang dijadwalkan menerima vaksin. Pihaknya menerima sebanyak 80 Vaksin Sinovac untuk penyuntikan termin pertama ini.
"Jadi seluruh tenaga kesehatan yang terdaftar e-tiket, akan menerima vaksin di puskesmas ini. Jumlahnya 62 orang untuk penyuntikan pertama," jelas Yuni.
Baca Juga: Pandemi covid-19, Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Bantul Masih Meningkat
Jumlah 80 vaksin yang diterima di Puskesmas Kretek hanya cukup untuk penyuntikan pertama. Ia tak menampik jika jumlah tersebut masih kurang untuk penyuntikan nakes di termin kedua.
"Sisanya (18 vaksin) untuk penyuntikan yang kedua setelah 14 hari dari vaksinasi pertama. Untuk pengiriman vaksin selanjutnya kami menunggu dari Dinkes," ujar Yuni.
Terpisah, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Bantul, Abednego Dani Nugroho menjelaskan bahwa hingga saat vaksinasi nakes sudah mencapai 87,9 persen.
"Jadi jika dari total undangan kedatangan bukan dari seluruh sasaran nakes sudah 87,9 persen nakes yang divaksin. Targetnya tanggal 21 Februari 2021 itu selesai vaksinasi sebanyak 2 kali dosis setiap nakes," ungkap Abednego ditemui di Puskesmas Kretek.
Berita Terkait
-
Sempat Ragu, Nakes Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin Covid-19
-
Ratusan Nakes Tidak Disuntik Vaksin Covid-19
-
DKI Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Nakes, Ini Syaratnya
-
Pandemi covid-19, Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Bantul Masih Meningkat
-
Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 Menggunakan Perahu Penumpang
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan
-
Waspada Penipuan Menggunakan Suara Soimah, Korban Dijanjikan Hadiah Rp100 Juta