SuaraJogja.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul masih belum menerima keputusan apakah tahun 2021 kuota haji untuk jemaah di Bumi Projotamansari bakal diberangkatkan.
Hingga kini ada 927 calon jemaah haji yang sudah lunas dan siap diberangkatkan ke tanah suci Arab Saudi.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Bantul Ahmad Mustafid menjelaskan, hingga Desember 2020, belum ada Memorandum of Understanding (MoU) dari Pemerintah RI dan Arab Saudi terkait jumlah kuota haji yang akan diberangkatkan.
"Melihat dari Desember 2018 lalu, biasanya sudah ada MoU untuk pemberangkatan haji sehingga Januari tahun selanjutnya sudah ada kuotanya. Nah pada Desember 2020 itu belum ada kepastiannya," terang Mustafid, dihubungi wartawan, Sabtu (6/2/2021).
Mustafid menjelaskan, tidak adanya MoU tersebut jelas membuat calon jemaah haji di tahun 2020 gagal berangkat ke tanah suci.
"Di tahun 2020 lalu, jumlah jemaah haji yang sudah melunasi pembayaran ada 927 orang. Karena belum ada kepastian, pemberangkatan bisa jadi tertunda," ungkap dia.
Meski belum mendapat kepastian, calon jemaah tetap mendapat fasilitas. Mustafid menjelaskan kegiatan manasik haji terus dilakukan tiap pekannya.
"Termasuk bimbingan manasik haji, saat ini kami lakukan terus setiap Jumat lewat virtual. Kementerian Agama, Dinasi Kesehatan dan Kantor Imigrasi terus menyiapkan, ketika memang ada kuota jemaah untuk pemberangkatan, kami sudah siap," ungkapnya.
Ia mengungkapkan ketika pemerintah Arab Saudi memberikan MoU dan Bantul mendapat kuota pemberangkatan bagi calon jemaah, pihaknya akan memprioritaskan jemaah yang sudah melunasi biaya haji di tahun 2020.
Baca Juga: Menteri Agama Usul Jemaah Haji Divaksin Covid 19
"Jadi kami prioritaskan jemaah yang ada di tahun 2020 dahulu," kata dia.
Disinggung apakah tahun 2021 sudah ada yang mendaftar, kata Mustafid beberapa sudah ada yang mengajukan. Kendati demikian, pihaknya belum memanggil atau menginformasikan kepada calon jemaah yang mendaftar.
"Tahun 2021 ini kami sudah menyiapkan berkas. Tapi mengingat belum ada kejelasan dan munculnya pandemi Covid-19, otomatis ketika di 2020 tidak diberangkatkan maka lalu jemaah 2021 akan mundur begitupun di 2022 dan seterusnya," ujar dia.
Berita Terkait
-
Menteri Agama Usul Jemaah Haji Divaksin Covid 19
-
Skenario Penerbangan Tanpa Jaga Jarak, Menag Buka Opsi Jemaah Haji Divaksin
-
Jemaat Lansia Rentan Tertular Corona, Pengelola Gereja Diminta Siapkan Ini
-
Pandemi Covid-19 Belum Usai, Minat Calon Jemaah Haji di Bantul Tetap Tinggi
-
Izin Umrah Segera Dibuka, Calon Jemaah Indonesia Mesti Diseleksi Ketat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru