SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut sebanyak 502 tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta belum menerima insentif selama tiga bulan terhitung sejak Oktober hingga Desember 2020. Hal ini disebabkan oleh insentif yang seharusnya diberikan oleh pemerintah pusat terlambat turun.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (17/2/2021). Angka total tunggakan nakes di Kota Jogja pun terbilang besar yakni mencapai Rp5,7 miliar.
"Jadi yang belum mendapatkan insentif itu adalah nakes dari Puskesmas dan rumah sakit," kata Heroe.
Heroe yang juga merupakan Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menyebut jumlah nakes yang khusus terlibat dalam penanganan Covid-19 di Kota Jogja juga tidak sedikit. Menurut data yang ia terima hingga saat ini, nakes khusus penanganan Covid-19 di Kota Jogja saja sudah mencapai 502 orang.
"Untuk jumlah nakes yang masuk dalam kewenangan Pemkot Yogyakarta khususnya dalam penanganan Covid-19 tercatat sebanyak 502 nakes," terangnya.
Heroe menegaskan pihaknya tidak akan lepas tangan begitu saja terkait dengan permasalahan ini. Guna menindaklanjuti permasalahan tersebut, Pemkot Jogja sudah melayangkan surat langsung kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Hal tersebut dilakukan untuk mencari kejelasan nasib insentif nakes khususnya di Kota Jogja. Hingga saat ini pihaknya masih terus menunggu kepastian tersebut.
"Satu minggu yang lalu kita sudah kirimkan surat ke Kemenkes," ucapnya.
Sementara itu diketahui bahwa insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di DIY mengalami penunggakan pembayaran. Tunggakan insentif itu terjadi sejak Oktober hingga Desember 2020 lalu yang mencapai kurang lebih Rp. 36,791 miliar.
"[Tunggakan] sebesar kurang lebih Rp36,791 M," kata Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie melalui pesan singkat.
Kendati sempat menunggak, Pembajun menyatakan bahwa pembayaran insentif tersebut sudah mulai diproses kembali oleh Kemenkes.
"Insentif nakes sudah berproses pembayarannya, tinggal tunggu transfernya," ucapnya.
Ditanya terkait dengan jumlah nakes yang mengalami penunggakan insentif, Pembajun mengaku tidak bisa merinci secara lebih lanjut. Sebab setiap fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang mengusulkan langsung insentif tersebut kepada Kemenkes.
"Dinkes DIY tidak punya datanya total nakes [penerima insentif] karena langsung diusulkan oleh fasyankes kepada Kemkes dan kami hanya terima cc-nya secara global. Kedua Dinkes DIY juga tidak lagi melakukan verifikasi terhadap usulan tersebut. Yang jelas nakes dari RS dan puskesmas," tandasnya.
Berita Terkait
-
Arti Simbol Warna Hijau Biru Merah di Aksi 28 Oktober Jogja, Saatnya Suporter Bersatu
-
Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini
-
Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan
-
Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas
-
Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir
-
Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas
-
Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Bank Mandiri Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Inovatif
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile untuk Pantau Keuangan dan Payroll Perusahaan
-
Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan