SuaraJogja.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbeasis mikro yang sudah tiga kali diperpanjang oleh pemerintah Indonesia belum juga menurunkan jumlah kasus aktif di Indonesia. Bahkan angkanya masih signifikan bertambah.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, tracing, test, dan treatment (3T) kembali digencarkan saat ini, sehingga jumlah angka positif Covid-19 meningkat.
"Tidak ada yang salah, justru sekarang 3T kan digencarkan, sesuai dengan perintah presiden di level yang paling kecil. Jadi tingkat RT, RW jika ada gejala langsung di tracing, sehingga akan terkumpul kasus (positif Covid-19)," terang Muhadjir usai meresmikan Selter Gose Muhammadiyah di Kapanewon/Kabupaten Bantul, Kamis (18/2/2021).
Ia melanjutkan bahwa selama itu kasus aktif Covid-19 bergerak laten. Artinya, tidak muncul ke permukaan, sehingga dimungkinkan sejumlah warga menyimpan virus di dalam tubuhnya, tetapi dalam kondisi yang sehat atau tanpa gejala.
"Selama ini tidak banyak kasus muncul karena laten, jadi tidak terangkat ke masyarakat. Mengambil istilahnya dari pak Mendagri, ini seperti fenomena gunung es. Masalahnya ada di paling bawah. Ini kita sudah minta Kemenkes menertibkan," katanya.
Muhadjir menjelaskan bahwa saat ini orang yang melakukan rapid test atau swab PCR tak hanya untuk mengetahui sakit atau tidak.
Namun, ada sebagian warga yang melakukan tes untuk bepergian ke luar kota.
Kendati demikian, pihaknya berharap 3T yang dilakukan tenaga kesehatan terus dilakukan.
Meski itu akan menambah jumlah kasus, tim kesehatan bisa lebih mudah dalam mengambil tindakan untuk meredam penyebarannya.
Baca Juga: Tinjau Keluarga Isoman di Bantul, Menko PMK Minta Warga Hilangkan Stigma
"Kebijakan 3T itu dilakukan di level paling bawah maka terjadilah banyak kasus. Namun ini, justru kita bisa menyelesaikan dengan tuntas karena tau persis kondisi penyebarannya," kata dia.
Ia menambahkan agar masyarakat tak perlu khawatir untuk di tracing.
Dirinya berharap, masyarakat lebih terbuka lagi ketika memiliki gejala atau mengarah pada Covid-19.
"Masyarakat kena Covid-19 itu, tak ada hubungannya dengan balak. Kasus sekarang itu laten, jadi tidak ada yang mau terbuka dan bertahan di bawah sehingga tidak bisa diketahui oleh tenaga kesehatan," jelas dia.
Pemberlakuan 3T, kata Muhadjir akan berlanjut setelah PPKM Mikro selesai, sehingga diharapkan kepada warga termasuk tenaga kesehatan (nakes) bisa menekan laju penyebaran Covid-19.
"Pelaksanaan 3T di level mikro ini penting, ini harus berjalan selama Covid-19 masih ada, meskipun PPKM mikro berakhir," terang dia.
Berita Terkait
-
Tinjau Keluarga Isoman di Bantul, Menko PMK Minta Warga Hilangkan Stigma
-
Selter Gose Muhammadiyah Bantul Berbasis Keagamaan, Menko PMK: Itu Perlu
-
Menko PMK Usulkan Candi Borobudur Direkonstruksi Ulang
-
Menko PMK Minta Nakes Donor Plasma Konvalesen Tanpa Tunggu Pasien Kritis
-
LIVE: Update RS Darurat dan Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan