SuaraJogja.id - Pernyataan kontroversial anggota DPRD Bantul Supriyono berujung pada permintaan maaf. Supriyono mengaku tidak ada niatan untuk menjatuhkan salah satu pihak, yakni relawan dan Satgas Covid-19, dalam video yang viral baru-baru ini.
Supriyono datang menggunakan batik hijau dengan peci motif emas ke gedung DPRD Bantul, Selasa (23/2/2021) sekitar pukul 11.15 WIB. Tidak lewat pintu depan halaman kantor DPRD, Supriyono masuk melalui pintu belakang ruang pertemuan Ketua DPRD Bantul. Anggota DPRD Bantul dari PBB itu dikawal petugas keamanan menuju pintu belakang ruang pertemuan.
Koordinasi serta pertemuan bersama perwakilan relawan, Satgas Covid-19, dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dilakukan hingga pukul 12.20 WIB. Supriyono dan relawan membahas dan melakukan klarifikasi di ruang Ketua DPRD Bantul selama satu jam.
Selanjutnya, permintaan maaf serta klarifikasi Supriyono dilakukan selama 3 menit di depan ruangan kantor Ketua DPRD.
Dalam klarifikasi dan permintaan maafnya, Supriyono mengatakan bahwa ia hanya manusia yang memiliki keterbatasan. Ia mengaku, tak ada niatan untuk menyudutkan salah satu pihak pada pernyataan yang disampaikan di acara pernikahan di Kulon Progo tersebut.
"Saya manusia biasa yang memiliki ketidaksadaran dan memiliki keterbatasan. Maka dari itu, dalam penyampaian saya di Kulon Progo, ada statement yang menyakitkan hati teman relawan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bantul, yang paling dalam saya memohon maaf kepada semua teman FPRB dan semua relawan," kata Supriyono.
Ia mengaku akan lebih berhati-hati setelah belajar dari peristiwa yang menggegerkan publik terkait pernyataannya bahwa pemakaman Covid-19 adalah proyek dan seperti menguburkan anjing.
"Maka kami mohon maaf ke semua jajaran baik relawan FPRB dan masyarakat se-Bantul. Ini menjadi pembelajaran bagi saya. Saya akan lebih berhati-hati dan berjanji tidak akan mengulangi," ujar dia.
Dia meminta masyarakat untuk selalu mengingatkan dirinya dan orang lain agar tak membuat pernyataan yang menyinggung atau berpotensi menyudutkan pihak lain.
Baca Juga: Bantu 244 Pemakaman Covid-19, Ditolak Warga Jadi Tantangan BPBD Yogyakarta
"Mudah-mudahan kita saling mengingatkan, tidak saling menyudutkan, dan memohon maaf dan tidak ada niat hati saya menjatuhkan salah satu pihak," terang dia.
Usai menyampaikan permohonan maaf, Supriyono enggan ditanyai lebih lanjut oleh beberapa relawan lain yang hadir di pertemuan tersebut. Anggota DPRD dua periode ini tergopoh-gopoh masuk ke dalam ruangan dan tak berkenan diwawancarai.
Terpisah, Ketua FPRB Bantul Waljito menyampaikan bahwa permintaan maaf Supriyono terkait video yang dituding merugikan relawan dan Satgas Covid-19 itu sudah diterima.
"Tentu kami menerima permintaan maaf dari beliau karena sudah meminta maaf. Dari statement yang dia sampaikan di video itu beliau tidak bisa memberi pembelaan, tetapi kesimpulannya dia sudah mengakui salah dan meminta maaf," terang Waljito usai pertemuan.
Ia menjelaskan, alasan Supriyono membuat pernyataan tersebut beralasan untuk membela relawan terhadap ketugasanannya sehari-hari, tetapi diartikan berbeda bagi relawan.
"Seharusnya sebagai anggota dewan kritisi tersebut tidak disampaikan secara luas, yang datanya belum valid. Sebagai anggota dewan, harusnya tahu alur jika ada dana Dinkes untuk penanganannya, jadinya multitafsir pernyataan tersebut, sehingga apa yang disampaikan seolah-olah relawan mendapat upah dari dana penanganan itu," terang dia.
Berita Terkait
-
Bantu 244 Pemakaman Covid-19, Ditolak Warga Jadi Tantangan BPBD Yogyakarta
-
Top 5 SuaraJogja: Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Covid-19 bak Anjing
-
Relawan Merasa Dihina Disebut Kubur Jenazah COVID-19 Seperti Kubur Anjing
-
Begini Jawab Supriyono Saat Dikonfirmasi Soal Pemakaman Covid-19 Bak Anjing
-
Dituding Pemakaman Covid-19 Proyek, Pemkab Bantul: Pernyataan Itu Tidak Pas
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank