SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal kepada para pelaku usaha di Kota Yogyakarta belum memenuhi target. Padahal pelaksanaan vaksinasi massal itu sudah berlangsung dua hari.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi membenarkan bahwa jumlah penerima vaksin massal dalam dua hari pelaksanaannya masih berada di bawah angka seharusnya. Pada pelaksanaan hari kedua vaksinasi, Selasa (2/3/2021) kemarin, dari seharusnya 3.200 sasaran yang berhasil tervaksin hanya 2.427 jiwa.
"Dari 2.427 jiwa yang datang memenuhi undangan vaksinasi itu yang bisa divaksin atau memenuhi syarat itu hanya 2.248 orang," kata Heroe saat dijumpai di kantornya, Balai Kota Yogyakarta, Rabu (3/3/2021).
Heroe menyebutkan sebanyak 179 orang lain yang sudah datang terpaksa tidak bisa menerima vaksin. Sehingga ratusan orang tersebut masuk ke dalam kategori tunda atau malah batal akibat tidak lolos kriteria penerima vaksin
"Memang ada yang tertunda dan batal karena terkendala dari persyaratan," imbuhnya.
Hal itu tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal pada hari pertama atau tepatnya Senin (1/3/2021) lalu. Saat itu jumlah penerima vaksin juga belum memenuhi target dari undangan yang disebarkan.
Dari data yang sudah didapatkan Heroe, dari total 3.200 sasaran yang diundang, hanya 2.375 orang yang hadir. Jumlah kehadiran itu pun tidak semua dapat menerima vaksin.
Sebab sebanyak 45 orang harus terpaksa masuk dalam kategori tunda setelah tidak memenuhi persyaratan. Begitu juga dengan 36 orang lainnya yang justru harus batal menerima vaksinasi Covid-19 dikarenakan masuk kategori lanjut usia.
"Sebenarnya kalau dilihat dari dua hari ini kita ya sudah hampir mencapai 71 persen sudah berhasil divaksin," ucapnya.
Baca Juga: Kejar Target, Menkes Budi Gunadi Resmikan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru
Ditanya terkait absennya sejumlah masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19 massal ini, Heroe mengaku belum mengetahui alasan secara pasti. Namun walaupun begitu pihaknya masih tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum datang untuk bisa menerima vaksin Covid-19.
"Iya banyak yang belum ikut semua tapi ya kita masih memberi kesempatan pada siapapun terutama yang sudah kita daftar," terangnya.
Heroe menduga kendala pendaftaran bagi para lansia menjadi salah satu faktor kurangnya kehadiran masyarakat dalam vaksinasi Covid-19 ini. Walaupun sebenarnya Pemkot Jogja juga sudah melakukan sosialisasi terkait pendaftaran tersebut.
"Dulu kan saat pendaftaran ada yang tidak bisa daftar karena sepuh. Jadi sebagian saya tidak tahu akhirnya mereka tahu atau tidak karena kan mekanismenya beberapa didaftarkan oleh teman-teman atau ketua kelompoknya [pedagang]. Nah ketika diundang datang atau tidak itu yang kita tidak tahu," paparnya.
Heroe masih berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal yang menyasar pelaku usaha di Kota Jogja khususnya di kawasan Malioboro hingga Alun-Alun Utara ini bisa mencapai target yang ditentukan. Terlebih lagi kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang sudah terdaftar vaksinasi Covid-19.
Menurutnya vaksinasi Covid-19 ini diperlukan guna membentuk ketahanan tubuh yang memadahi. Sehingga nantinya jika hal itu sudah terbentuk maka juga akan berpengaruh juga pada perekonomian.
Berita Terkait
-
Kejar Target, Menkes Budi Gunadi Resmikan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru
-
Khawatir Terpapar di Rumah, DPRD DKI Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19
-
Pegawai Disdukcapil dan Disdik Prioritas Vaksinasi di Pemkot Bandar Lampung
-
Kegiatan Belajar Tatap Muka di Bandar Lampung Menunggu Vaksinasi Guru
-
Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Lanjut Usia Secara Drive Thru
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam